Fiona menutup kopernya, menatap kamarnya yang terasa lengang sekarang. Jam 5 sore, ia masih punya waktu 11 jam lagi sebelum dia benar-benar meninggalkan Indonesia dan tak tau kapan akan kembali. Ia menatap passport dan tiket pesawatnya yang tergeletak di atas meja belajarnya, namun tatapannya bergeser kearah box berwarna abu abu dengan pita silver diatasnya. Kado Aksa yang terlewat. “Fi...” Fiona terkesiap saat suara nyaring Wilsa memanggilnya, disusul ketukan di pintu. Ia yakin, teman-temannya pasti sudah berkumpul. “Ya Wil?”Gumamnya dengan suara nyaring. “Gue udah mau siap-siap nih.” “Okay, take your time babe.”Ucap Wilsa riang. “Because this night you must be... apa ya? Pokoknya bahagia dah.” “Gak usah sok Inggris lo.” Fiona tidak bisa menahan gelak tawanya. “25 minutes okay?” “Oka

