Dominic pulang ke rumah saat jam menunjukkan pukul tujuh malam. Lampu-lampu taman sudah menyala, menambah kesan hangat pada bangunan yang berdiri anggun di tengah kota. Saat pintu utama dibuka oleh pelayan, aroma makanan tercium dari ruang makan. Dominic melepaskan jasnya dan menggantungnya di gantungan dekat pintu masuk. Langkahnya mantap, namun tidak tergesa. Dia tahu, saat ini keluarganya sedang berkumpul. Ruang makan keluarga Harrison malam itu terasa hangat dan elegan seperti biasanya. Lampu gantung kristal menyinari meja makan panjang yang dipenuhi hidangan istimewa. Ethan Harrison, ayah Dominic, duduk di ujung meja sambil memotong steaknya dengan tenang. Di sebelahnya, Melani—ibu Dominic—menyesap anggur putih dengan anggun. Dominic masuk dengan langkah mantap, meskipun pikirannya

