Tanggung Jawab

1104 Kata

Dominic menghembuskan napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang mulai tak beraturan. “Aku minta maaf,” ucapnya dengan suara rendah namun mantap. “Aku benar-benar minta maaf, Sani. Aku... aku tidak bisa berpikir jernih saat itu dan aku akan bertanggung jawab.” Sani mengerutkan kening, bingung dengan kalimat terakhir Dominic. Ia menatap pria itu dengan sorot mata penuh tanya. “Maksudnya?” tanyanya pelan, nyaris seperti bisikan, tapi nada penasarannya jelas terdengar. Dominic ikut mengernyit bingung. “Apakah kamu... tidak tahu kalau kamu hamil?” tanya Dominic pelan, matanya menatap lekat-lekat wajah Sani, mencoba membaca setiap ekspresi yang muncul. Sani terdiam membeku. Kata-kata itu bergema di kepalanya, menggaung tanpa henti. Hamil. Dia hamil. Hamil di luar nikah. Dadanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN