“Aku minta maaf untuk semua yang aku lakukan, Sani. Terutama soal kejadian malam di klub itu,” ucap Dira dengan suara bergetar, matanya menatap Sani penuh penyesalan. Perkataan itu keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam. Sani langsung merasakan dadanya sesak. Bayangan malam itu kembali menghantam ingatannya, membuat jemarinya mengepal erat di atas meja. “Kenapa kamu lakukan itu, Dir? Apa alasannya?” tanyanya dengan nada kesal sekaligus penasaran, suaranya terdengar bergetar menahan emosi. Dira menghembuskan napas kasar, lalu menundukkan kepala. “Demi uang, San. Aku tergiur sama uang yang ditawarkan Putri.” Ucapannya jujur, tanpa lagi berusaha menutup-nutupi. “Aku minta maaf, San… aku serius minta maaf sama kamu. Aku tahu aku udah ngerusak hidup kamu, udah bikin kamu sedih. Aku… aku

