Belum sempat Jihan membalas ucapan suaminya, suara dering ponsel memenuhi ruangan. Atensi Elvan beralih ke gawainya, melihat siapa yang menghubungi segera lelaki itu menggeser tombol layar hijau. "Ada apa?" "Maaf Tuan, saya hanya ingin memberitahu bahwa Nona Crystal pergi dari Apartemen membawa semua koper besar satu menit yang lalu." Jawaban dari seberang sana membuat Elvan semakin berang. Tanpa kata lagi, Elvan mematikan panggilan sepihak dan mendekati Jihan dengan penuh amarah. "Aku akan sangat membencimu sampai ke akar-akarnya jika sampai aku tidak bisa bersatu dengan Crystal." Usai mengancam, Elvan segera pergi tanpa kata meninggalkan Jihan termangu dengan pikiran yang penuh tanda tanya. Sembari menyetir, Elvan menghubungi anak buahnya. "Cepat kamu cari dimana Crystal pergi, jan

