Sedikit terkejut dengan kalimat yang meluncur begitu saja dari bibir ranum Jihan, tidak dia sangka bahwa istrinya akan berkata demikian. Bukankah sampai tadi siang dia masih bersikukuh untuk memisahkan dirinya dengan Crystal? Lalu kenapa malam ini wanita di depannya sangat mudah mengeluarkan kata-kata seperti inginnya. Elvan mengernyitkan kening tidak percaya dengan ucapan Jihan barusan. Tak lama, kebingungan Elvan berubah menjadi amarah setelah Jihan malah melemparkan tawa tepat di depan wajahnya. "Aku tidak segila itu, Mas. Kamu suamiku, itu artinya kamu milikku dan aku milikmu. Maka segera enyahkan keinginan kamu untuk bersatu dengannya. Aku akan terus berusaha mempertahankan sesuatu yang sudah menjadi milikku. Maafkan atas keegoisanku, tapi aku tidak ingin anakku kelak dipandang sebel

