"Akhirnya aku mendapatkanmu gadis sialan!!"
Suara yang begitu familiar membuat Sera mengalihkan pandangannya menuju kesumber suara. Matanya menangkap sosok Merlyn yang tersenyum sinting kearahnya.
"Apa lagi rencanamu kali ini Merlyn?"
Sera berucap dengan begitu santai, seolah tidak akan ada bahaya apapun yang menghadangnya. Padahal jika dia tahu tujuan Merlyn untuk kesana. Mungkin dia akan kabur.
Mata Sera terbelalak saat Merlyn dengan sengaja mengarahkan sebuah tembakkan padanya. Bukan pistol yang berisi peluru. Melainkan tembakan beracun yang dulu mereka lakukan pada ayahnya. Racun itu akan menyiksanya dan membuatnya mati secara perlahan.
"A-apa yang kau lakukan Merlyn?"
"Heheh ... Tentu saja membunuhmu. Aku sangat membencimu hingga aku menginginkan kematianmu ditanganku sendiri," ucap Merlyn dengan seringai jahatnya.
("Astaga wanita ini benar-benar sudah gila. Seharusnya akulah yang membencinya karena dia telah menghancurkan keluargaku.")
Sera terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, bingung harus bagaimana caranya menyelamatkan diri dari Merlyn yang seperti orang kesetanan.
"Matilah kau gadis pembawa sial!!"
Dalam hitungan detik, Merlyn telah menembakan senjata itu pada Sera. Tembakan yang tidak memiliki suara sama sekali membuat Merlyn lebih mudah memuluskan rencananya. Sementara Sera yang tidak siap dengan serangan itu hanya membeku sampai akhirnya racun itu melesat mengenai lehernya.
Entah mengapa saat itu yang ada dipikirkannya hanyalah Khazayn. Sera mencoba sekuat tenagan mengelurkan suaranya.
Namun rasa nyeri dan panas yang mulai menggerogoti tubuhnya. Membuat tenggorokannya tercekat. Dalam keadaan seperti itu, Sera masih bisa mendengar suara seseorang yang sangat familiar baginya.
"Khazayn."
Sera berhasil mengucapkan nama pria itu, namun saat itulah kesadarannya hilang. Tubuhnya ambruk tergeletak dilantai. Dan Merlyn segera pergi meninggalkan Sera terkapar tak berdaya.
Dengan rasa puas karena tujuannya sudah berhasil. Dia merasa bangga pada dirinya sendiri. Semua iri hati dan dengkinya sudah hilang seiring dengan kematian Serafina.
*****
Khazayn menggeram kesal dengan kehadiran Century yang secara tiba-tiba, dan akan mengganggu waktunya bersama Sera. Khazayn baru menyadari bahwa Sera terlalu lama keluar dan tidak juga kembali. Tadinya Sera hanya meminta ijin keluar untuk ketoilet. Namun sampai sekarang gadis itu belum juga kembali.
Khazayn sangat ingin menyusulnya, namun Century menahannya dan menyuruh Khazayn untuk kembali keperusahaannya. Dan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. Ditambah lagi kotbah Century yang tidak ada habisnya, membuat kepala Khazayn serasa ingin pecah.
"Cukup sudah!!"
Khazayn bangkit dari tempat duduknya karena mulai merasa semakin tidak enak.
"Kau mau kemana pangeran? Kita harus kekantor sekarang juga, rapat akan dimulai sebentar lagi. Jika kau tidak datang, maka banyak klien akan membatalkan kerjasama kita." Century mencoba untuk memberi pengertian pada Khazayn meski selama ini dia tahu bahwa Khazayn tidak pernah perduli dengan pekerjaannya. Bagi Khazayn mendapatkan uang itu mudah, dia bisa merampok dengan mengandalkan sihirnya. Namun Century terus memaksa agar Khazayn bersikap layaknya manusia biasa agar keberadaan mereka tidak dicurigai.
"Persetan dengan semua itu!! Aku tidak perduli!"
Khazayn langsung menyusul Sera, tanpa memperdulikan Century yang masih disana. Pikiran Khazayn begitu kalut, mencemaskan Sera yang tidak kunjung kembali.
Khazayn terus melangkah sampai akhirnya dengan samar dia mendengar suara seorang wanita yang sepertinya sedang bertengkar. Dengan tergesa-gesa Khazayn masuk kedalam sana tanpa perduli bahwa itu adalah toilet wanita.
Mata Khazayn terbelalak saat melihat Sera yang telah ambruk dilantai dengan peluru racun yang masih menancap di lehernya.
SERAFINA ...
Tatapan Khazayn kini beralih pada seorang wanita yang telah kabur duluan.
"Berengsek!!" Khazayn memaki kesal, bahwa dia terlambat untuk melindungi Serafina. Khazayn tahu siapa wanita itu. Namun kini dia harus menyelamatkan Sera terlebih dulu.
Namun saat Khazayn hendak menolong Sera. Suara lancang seorang wanita membuatnya terhenti. Dari raut arogan dan angkuh gadis itu membuatnya muak.
"Sepertinya aku menemukan lintah disini? Apa kau sedang menikmati santapanmu?" ucap wanita itu sinis dan mencoba menyentuh Sera, namun Khazayn langsung mencegahnya.
"Menyentuhnya sedikit saja, maka akan kupatahkan lehermu!" sarkasnya.
Wanita itu hanya terkekeh dan terlihat memegang sebuah alat pendeteksi kehadiran mahkluk asing. Dan ditangan yang satunya sebuah alat Yang Khazayn yakini untuk melumpuhkan mahkluk sepertinya. Lagi-lagi Khazayn mengumpat kesal, karena semua masalah datang bertubi-tubi secara bersamaan.
Sebenarnya tidak sulit bagi Khazayn dalam menghadapi manusia pemburu vampir seperti wanita ini. Dia sudah biasa menghabisi mereka. Namun kali ini Khazayn tidak punya waktu untuk meladeninya. Khazayn harus secepatnya menyelamatkan Sera sebelum racun itu menyebar keseluruh sistem sarafnya.
Beruntung dalam situasi yang genting seperti itu Century datang. Tanpa bertanya lagi, Century sudah tahu siapa wanita yang ada dihadapan Khazayn itu. Dengan kecepatan penuh Century langsung menerjang wanita itu hingga tersungkur dan membentur tembok. Wanita itu terlihat meringis kesakitan.
"Cih, satu lagi lintah menjijikan. Kalian sangat meresahkan dengan membuat banyak korban berjatuhan.
Aku akan membunuh kalian semua."
"Century, hadapi wanita terkutuk ini. Sementara aku akan membawa Sera pergi."
Tanpa menunggu persetujuan dari Century, Khazayn telah melesat cepat membawa Sera pergi dari sana. Kecepatan Khazayn bagaikan sebuah anak panah yang di lepaskan dari busurnya. Hingga tidak ada satu orangpun yang melihat kepergiannya.
"Lintah pengecut!" maki wanita itu pada Khazayn yang melarikan diri dari medan pertempuran. Sementara Century sudah bersiap-siap untuk menghabisi wanita ini.
Dan akhirnya mereka saling menyerang dengan kemampuan masing-masing. Century dengan kecepatan nya menerjang dan memelintir wanita itu. Sementara tangan satunya dia gunakan untuk merobek d**a wanita itu hingga kukunya hampir mengoyak habis tubuh wanita itu. Untungnya wanita itu langsung menyerang balik Century dengan memukul keras kepalanya hingga terluka parah.
****
Kini Sera telah dibawa kerumah sakit dan sedang dirawat oleh beberapa dokter terbaik. Kecemasannya semakin menjadi saat melihat tubuh Sera telah berubah membiru.
"Sa-ki-t ... Khazayn sa-kit seka-li." rintih Sera dengan mata masih terpejam.
"Bertahanlah Sera dokter akan segera menyembuhkanmu," ucap Khazayn dengan peluh memenuhi dahinya. Khazayn terlihat begitu khawatir melihat kondisi Sera yang sudah sangat memprihatinkan.
"Maaf Tuan, sebaiknya anda menunggu diluar."
Khazayn tidak pernah patuh pada siapapun. Dia selalu membangkang dan melawan siapa saja dengan angkuh dan sombong. Namun kali ini bukan saat yang tepat baginya untuk mementingkan ego.
Sebab itulah
Khazayn hanya mengangguk Karena tidak punya pilihan lain.
Saat telah berada diluar. Dia semakin khawatir dan merasa sangat kalut. Sampai Khazayn mondar-mandir dengan sesekali menarik kasar rambutnya kebelakang. Khazayn membuang nafasnya keras-keras dengan berbagai jenis umpatan dan makian yang dia keluarkan dari mulutnya.
Dalam hal seperti ini dia harus segera melampiaskan naluri ingin menyalahkan dan membunuh. Beberapa kali Khazayn menggeram karena amarah yang kian memuncak. Lalu pikirannya tertuju pada Merlyn yang berada dibalik semua ini.
("Wanita itu ... Aku harus segera membunuhnya. Dia harus merasakan berkali-kali lipat rasa sakit seperti yang dirasakan oleh Sera.")
SERAFINA LE LOULLIE