BERPINDAH DIMENSI

1021 Kata
"HAPPY READING " Setelah memasuki Portal itu, Zara seperti terjatuh dari tempat yang sangat tinggi dan berada di Dimensi yang berbeda dari sebelum nya. BHUKK "Aww..." Zara meringis kesakitan memegang punggungnya yang terasa nyeri. "Dimana Miki? MIKI!!" Teriak Zara mencari Miki. "Aku disini kak," Ternyata Miki sudah terjatuh duluan sebelum Zara dan mendarat lebih jauh dari tempat Zara. "Miki, Kau baik-baik saja? " Tanya Zara khawatir. Miki hanya mengangguk dan tersenyum. BHUkk Zach mendarat tepat di hadapan mereka dengan posisi tetap berdiri tegak dan terlihat cool. Mungkin hal itu terjadi karena Zach sudah terbiasa berpindah antar dimensi. Zara mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling tempat itu yang jauh berbeda dari tempat sebelumnya. Ditempat itu terlihat lebih damai dan berwarna, Deretan pepohonan yang hijau berbaris. Langitpun terlukis indah dengan warna biru. Bagaikan Potongan surga yang terlihat sangat indah. "Kita dimana?" Tanya Zara sambil mengagumi tempat itu. "Dimensinya mahkluk penghisap darah. Jangan tertipu dengan keindahan tempat ini, tempat ini justru jauh lebih berbahaya dari tadi pada malam hari. Ditempat ini jauh lebih mencekam. Tapi meski begitu, tempat ini sangat dekat dengan tujuan kita." "Jika kau bisa membuka Portal, Kenapa tidak langsung ke kerajaan Flourenc saja dan segera menemui Rebecca. Kenapa harus kesini," Zara memprotes. "Becca menutup Portal Dimensi kerajaan untukku. Aku tidak bisa masuk kesana." "Memangnya ada masalah apa kau dengannya? Apa hubunganmu dengan Rebecca?" Zara mulai penasaran dengan pria ini. "Sudah diam! Kau terlalu banyak tanya. Kau membuat sakaw darahku semakin jadi," sejak tadi memang Zach sedang menahan pusing karna sakaw darahnya yang mulai kambuh. "Dasar tuan pemarah! Baik lah baik, aku diam. Kau puas..." Tiba-tiba ada kabut tebal menghampiri mereka. Zach bisa merasakan gelombang energi yang terasa sangat familiar terasa sangat pekat dan konstan. Gelombang energi itu sama kuatnya dengan Zach. Navile? gumam Zach yg masih bisa di dengar Zara. "Siapa Navile?" Tanya Zara yang bingung. "Zach? Senang bertemu denganmu disini," Navile mendekat dengan senyuman palsunya. "Apa yang kau ingin kan?" Zach menatapnya dengan penuh waspada. Sepupunya yang satu ini bisa menyerang kapan saja karna Zach tidak bisa membaca pikiran keluarga yang memiliki darah Flourenc. "Oh, Ayolah Zach. Singkirkan nada suara penuh permusuhan itu! Bagaimana pun juga aku ini sepupumu," Seketika itu pula ketegangan yang melanda Zach sedikit mengendur. "Maaf, Aku tidak bermaksud memusuhimu atau apa. Aku hanya waspada, kau tau kan hidup sebagai pelarian membuatku sedikit paranoid." Navile hanya mengangguk pelan dan mengalihkan pandangannya ke Zara. "Wah, Zach. Siapa si cantik ini, Kenapa aku tidak merasakan gelombang energi nya?" ada tatapan aneh dari cara Naviel melihat Zara. "Dia Zara Kenshington dan itu Miki mereka seorang Peri dan mereka teman ku." "Sejak kapan kau berteman dengan Peri? Bukan kah kau lebih senang membunuhnya dan menghisap habis darah mereka?" Navile menyipitkan matanya menatap Zach sedikit heran. "Kami saling membutuhkan. Aku butuh dia untuk membantuku melakukan pengendalian diri dari menghisap darah secara berlebihan, Dan sebagai gantinya aku akan membantunya menemui Rebecca." "Oh Begitu..." Navile tampak memperhatikan Zara dengan intens. Kenapa wanita ini sangat sulit di deteksi? Gelombang energi yang tidak bisa di deteksi hanya ada dua kemungkinan bagi mahkluk seperti mereka yang pertama karna orang itu sudah mati dan yang kedua karna memiliki kekuatan sihir yang luar biasa hebat salah satunya bisa menyembuhkan dengan seketika, tapi apa itu berlaku juga bagi peri? Navile sangat tau tentang hal itu karna Navile sangat pintar dan jeli. Navile mempelajarinya dari buku sejarah milik Rebecca. Navile pun berniat pergi dan mencari tahu lebih dalam mengenai mahkluk seperti Zara siapa tau itu akan menguntungkannya. "Baiklah sepupuku Zach, Aku pergi dulu masih ada sesuatu yang harus ku urus," ucap Navile segera meninggalkan mereka. Dan hal itu membuat Zach mencurigai gerak gerik Navile yang aneh dari tadi. "Sepertinya Navile menyembunyikan sesuatu." *** Zach harus berhati hati mengajak Zara melewati hutan itu karna baik siang maupun malam tempat itu sangat berbahaya. Bukan hanya mahkluk penghisap darah yang bisa menyerang kapan saja. Melainkan Karna banyaknya Assassin yang sedang berburu di tempat itu. Baru saja Zach berfikir tentang Assassin, tiba-tiba Segerombolan para Assassin pun datang menghadang mereka, Mereka terlihat sangat bengis dan berbahaya. Zara memegang pedangnya bersiap siap jika mereka menyerang. Para Assassin itu tidak takut sama sekali pada Zach meskipun mereka tau bahwa Zach adalah mahkluk yang berbahaya dan sangat kuat justru mereka sangat menanti nantikan hari dimana mereka akan membunuh Zach dan menghisap darahnya. Sehingga kekuatan sihir mereka akan semakin hebat. "Aku tidak menduga bisa bertemu dengan si hebat Zach disini, Aku dengar dia sedang di kecam para dewan untuk di habisi karna melanggar peraturan terlalu banyak menghisap darah..." Ucap salah satu Assassin itu. "Kalau begitu ini kesempatan bagus untuk kita, Siapa tau setelah membunuhnya kita akan mendapat hadiah." "Hanya dalam mimpimu, lintah menjijikan!" ucap Zach yang mulai geram. Manik mata Zach sudah mulai berubah menghitam. Menandakan bahwa dia siap menyerang. Zach segera menyerang mereka dengan kecepatan penuh. Tidak ada yang bisa menandingi kecepatan Zach dalam berkelahi. Zara sendiri segera mengangkat pedangnya dan bersiap menebas kepala para Assassin yang mendekatinya dan Miki, meski sangat sulit menangkis setiap serangan para Assassin itu tapi Zara dengan sangat sigap menusuk tepat di d**a para Assassin itu dan racun dari pedangnya langsung menyebar dan membuat salah satu Assassin itu mati seketika. Sementara itu Zach merapalkan mantra dan mengeluarkan bola api dari tangannya dan melemparkan pada Assassin itu, Bola api yang tadinya kecil berubah jadi besar seketika membuat beberapa Assassin terkena serangan Zach terbakar dan menjadi abu. Salah satu Assassin itu mencoba menyerang Zach menggunakan bongkahan es yang di keluarkan dari tangan nya. Zach sepertinya tidak siap dengan serangan itu. Tiba-tiba... BRAKKK Zara terpental dan mengeluarkan darah segar dari mulut nya. Zach yang melihat itu kaget. Kenapa wanita itu melindunginya? Miki pun segera menghampiri Zara dan menyeka darahnya. Rahang Zach mengeras tangannya terkepal kuat. Zach menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghancur kan Assassin itu, Zach mengeluarkan rantai api yang panjang. Seketika rantai itu di belit kannya di leher Assassin itu. Dan tidak membutuhkan waktu lama kepala Assassin itu putus, darah hitamnya memercik kemana-mana mengenai tubuh Zach. Setelah selesai dengan para Assassin. Zach segera menghampiri Zara yang bergelimang darah. Dengan cepat Zach membawa Zara dan Miki menemui Tabib kepercayaan keluarga Flourenc. Beruntung tempatnya tidak terlalu jauh dari sana. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN