"HAPPY READING "
Malam semakin larut. Miki sudah tidur dengan begitu nyenyak. Sedangkan Zara tidak bisa memejamkan matanya. Sementara Zach yang merupakan seorang vampire tidak tidur pada malam hari tentunya. Justru biasanya pada waktu malam hari lah banyak vampire yang mencari mangsanya.
Dan saat ini Zach malah harus berpuasa meminum darah penyihir atau pun peri. Zach sangat tersiksa seperti seseorang yang sedang sakau. Tubuhnya menggigil, bukan karna kedinginan melainkan karna haus darah. Karena merasa tidak tahan lagi, Zach segera pergi mencari hewan, untuk dijadikan santapan. Bahkan tanpa berpikir panjang lagi, Zach malah meninggalkan kedua peri itu ditengah bahaya besar yang akan mengintai mereka kapan saja.
"Kau mau kemana?" Zara bertanya, karena sejak tadi tatapannya tidak berpaling dari mahkluk itu.
"Aku haus..." saut Zach tanpa menoleh kearahnya dan melangkah pergi dengan tergesa-gesa.
Zara hanya memperhatikannya. Dia tahu apa yang dirasakan oleh Zach. Rasa haus darahnya pasti kambuh saat ini. Dan dia butuh amunisinya agar bisa mengendalikan diri dengan baik.
***
Para penyihir melihat Zach yang pergi meninggalkan Zara dan Miki pun segera bergerak. Mereka akan menggunakan kesempatan itu sebaik baiknya.
Para penyihir itu segera mengepung Zara. Sementara Zara yang tidak siap dengan serangan itu pun langsung ambruk oleh para menyihir itu dan dengan mudahnya para penyihir jahat itu membawa Zara dan Miki ke sebuah kastil yang nampak mengerikan.
Mereka di bawa ke ruangan gelap. Ruangan eksekusi yang begitu menyeramkan. Suasananya sangat mencekam, suara tawa para penyihir saling bersahutan melihat mangsanya sudah berada di depan mata. Mereka sempat berpikir akan berpesta malam itu.
Miki memeluk Zara ketakutan melihat banyaknya para penyihir dengan wujud mengerikan yang siap menerkam mereka kapanpun.
"Tenanglah Miki jangan takut. Kita harus mencari cara agar bisa keluar dari sini."
***
"Yangmulia Ratu, kami sudah berhasil menangkap kedua peri itu," anak buah Veronica memberi kabar yang tentunya membuat Veronica tersenyum senang.
"Bagus. Sekarang giliranku menemui Zach. Kalian jaga mereka, jangan lakukan sesuatu sebelum aku perintahkan!" titah Veronica yang segera merubah wujudnya agar membuat Zach tertarik.
Zach yang berhasil menangkap hewan buruannya pun kembali ke tempat mereka tadi beristirahat. Zach masih merasa belum memuaskan dahaganya karna hanya meminum darah hewan, tapi itu lebih baik dari pada dia tersiksa seperti orang yang kehabisan obat.
Zach menajamkan penglihatannya, saat
sadar tempat peristirahatan mereka hancur berantakan. Tentu hal itu membuat Zach menggeram marah. Apalagi Zara dan Miki tidak ada disana, sudah pasti para penyihir itu yang telah menculik nya.
Kurang ajar ! beraninya mereka bermain main dengan ku!
Zach mengepal kan tangannya dengan kuat.
Saat itu juga ada asap hitam mengepul tebal mendekati Zach dan perlahan, munculah seorang wanita dengan penampilan sexy. Sayangnya hal itu, bukannya membuat Zach tertarik malah membuat
nya semakin jijik.
VERONICA

**
"Tuanku Zach ...."
Veronica berjalan melenggak lenggokkan tubuhnya mendekati Zach secara perlahan.
"Dimana kau membawa teman ku, penyihir menjijikan!" matanya menghitam karna marah dan hal itu tidak membuat Veronica takut sama sekali.
"Oh, Zach. Tenang saja... mereka aman bersama anak buah ku. Ayo datang lah ke tempatku, akan aku antar kau menemui mereka," ucap Veronica dengan nada sensual.
Zach sangat tau dengan rencana penyihir licik ini. Mau tidak mau Zach harus mengikutinya jika Zach salah mengambil langkah maka Zara dan Miki akan berada dalam bahaya.
Mereka telah sampai di kediaman Veronica. Zach baru pertama kalinya menginjakan kaki di tempat menjijikan itu. Sialnya tidak hanya Veronica yang mengagumi ketampanan Zach, melainkan kedua anak buahnya pun ikut terpesona melihat Zach yang berada di hadapan mereka. Mata Veronica pun melirik ke anak buahnya yang berani melirik Zach dengan genit. Tiba-tiba saja mata para penyihir itu kepanasan seperti terbakar. Dan Veronica tertawa melihatnya.
"Itu akibatnya jika berani melirik Tuanku dengan tatapan genit kalian. Dasar penyihir jalang!"
Kedua penyihir itu pun berteriak kesakitan. "Ampun Yangmulia Ratu kami tidak akan mengulangnya lagi..."
Zach sendiri tidak peduli dengan apa yang di lakukan Veronica. Oertunjukan itu bukan apa apa baginya.
"Dimana temanku, cepat bebaskan mereka!" Zach menatap tajam Veronica.
"Ah, tidak perlu terburu buru tuan ku. Duduk lah dulu. Anak buahku akan menjamu beberapa minuman segar untuk mu."
Zach diam saja, mencoba melihat sejauh mana rencana licik Veronica yang ingin menjebaknya. Zach mengikuti keinginan Veronica untuk duduk di tempat yang telah disiapkan olehnya.
Anak buah Veronica memberikan minuman berupa darah segar untuk Zach, tentunya minuman itu telah di beri sihir oleh Veronica seperti hipnotis agar Zach mengikuti keinginan Veronica.
Zach hanya menatap minuman itu dan tersenyum miring.
"Aku sedang melakukan pengendalian diri untuk tidak minum ini. Bagaimana kalau kau saja yang minum "
"Ayolah Tuanku, sedikit saja. Kau pasti menyukai nya..." Veronica lagi-lagi mencoba merayu Zach.
Zach bangkit dan mendekati veronica secara perlahan. Zach menyelusuri tubuh Veronica dengan jarinya yang membuat Veronica memejamkan mata dan tersenyum senang. Namun tiba tiba mata Zach berubah kembali hitam dan menancapkan kuku tajamnya di leher Veronica. Tentu hal itu membuat Veronica membelalakan matanya dan menjerit kesakitan.
"A-apa yang kau lakukan ..." Veronica berucap dengan susah patah karena kuku Zach masih menancap di lehernya. Para anak buah Veronica tidak berani melakukan apapun hanya bisa menyaksikan Ratunya yang kembali berubah wujud nya seperti semula.

"Cepat bebaskan teman ku, aku sudah muak berada di tempat in!" ucap Zach pada anak buah Veronica, para penyihir itu pun mengikuti perintah Zach dan segera membebaskan Zara dan Miki .
Setelah Zara dan Miki sudah ada di depannya barulah Zach melepaskan cengkraman .
Darah hitam mengalir deras di leher Veronica. Mata Veronica berubah merah seakan ingin mengeluarkan api karena amarah. Veronica menggunakan sihirnya untuk menyerang Zach tapi dengan cepat Zach menghindarinya.
"Kalian tunggu apa lagi! cepat serang mereka bodoh!" perintah Veronica pada anak buahnya .
Zara tidak diam saja. Dia bersiap untuk menyerang para penyihir itu, sedangkan Zach hanya diam seperti menggumamkan sesuatu dan tiba tiba para penyihir itu lumpuh tidak bisa bergerak. Zara kaget melihatnya.
"Apa yg terjadi?"
Para penyihir itu panik apa yg akan dilakukan Zach selanjutnya .
Zach segera membuka portal seperti sebuah pintu ajaib yang di gunakan untuk menembus ke tempat lain.
"Ayo masuk," perintah Zach pada Zara dan Miki.
Zara pun mengangguk dan segera memasuki portal itu bersama Miki.
Zach melihat ke arah Veronica dan anak buahnya. Zach mengeluarkan bola api dari tangannya dan hanya dengan sekali kibasan tempat itu terbakar.
Zach segera memasuki portal itu meninggalkan Veronica dan anak buahnya yang menjerit dan akhirnya menjadi abu.
***