SARANG PENYIHIR

1024 Kata
*** "Ayahku bernama Robert Kenshington. Ibuku Anna Kenshington. Aku putri satu-satunya dari keluarga kenshington. Keluarga kami di serang dan ibuku di culik Erios yang mana pemimpin dari mahkluk seperti kalian," terlihat jelas bahwa Zara begitu menguasai dirinya agar terlihat kuat. "Erios? " Zach berfikir sejenak. seperti pernah mendengar nama itu. Tapi dia lupa dimana. "Lalu Kenapa kau mencari Becca?" "Aku butuh bantuannya untuk melawan Erios. Ayahku bilang dia bisa membantuku untuk menyelamatkan ibuku yang di bawa Erios." "Dari mana ayahmu mengenal Rebecca?" "Aku tidak tau, aku bahkan belum pernah melihat nya. Nanti setelah bertemu akan aku tanyakan semuanya." Zach mengangguk pelan. Dia mulai paham sekarang. Ada sedikit rasa bersalah di hati Zach karna telah menipu Zara dengan menunjukkan jalan yang salah. Tapi mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur. "Kau ingin melawan Erios?" Ada seringai ejekan diwajahnya saat bertanya. "Kenapa?" Zara mendongakkan wajahnya ke arah Zach. "Heh, aku tidak tau sehebat apa Erios itu. Tapi... aku tidak yakin kau bisa melawan nya," ucap Zach meremehkannya. Meski yang dikatakan Zach, benar adanya. akan sangat mustahil dia bisa mengalahkan penguasa iblis yang terkenal mengerikan itu. Tapi meski begitu, dia juga tidak akan mundur. Zara akan tetap berada pada tujuannya sampai titik darah penghabisan. "Tapi aku yakin," Zara berucap tegas, sembari meyakinkan dirinya sendiri bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Zach mengangguk pelan. Cukup kagum dengan keberanian Zara. Meskipun tidak memiliki sihir apapun, tapi dengan percaya dirinya dia ingin melawan Erios. Cukup menarik. "Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Zara yang merasa aneh dengan tatapan Zach. "Apa kau tidak takut padaku?" Zara mengerutkan kening, dia sendiri bingung dengan mahkluk yang satu ini. Tapi dia tidak begitu perduli. "Memangnya siapa kau, hingga aku harus takut?" "Kau tidak tau siapa aku? Aku ini mahkluk penghisap darah yang paling mengerikan. Aku bahkan bisa menghisap darah dengan secepat kilat jika aku mau. Dan sayangnya aku tidak pernah langsung menghisap darah begitu saja. Aku biasanya menyiksa korbanku dulu mendengar suara jeritannya yang kesakitan merupakan kesenangan tersendiri bagiku..." Zach berucap sembari membayangkan teriakan para korban yang pernah dia bantai. "Dan aku tidak perduli!" ucap Zara santai sambil menaikan bahu nya. Zach terperangah mendengar nya. Setelah aku selesai dengan pengendalian diriku. Gadis ini akan menjadi korbanku selanjutnya. Aku tidak sabar mendengar teriakannya. gumam Zach dalam hati dengan seringai jahatnya. "Kakak, se-sepertinya tempat ini sarang penyihir hitam," Miki tiba tiba membuat Zara langsung berdiri terperanjat. Tanpa mereka sadari sedari tadi mereka sudah di perhatikan beberapa penyihir hitam dari kejauhan. Para penyihir itu bersembunyi di dalam pohon ada juga yg berubah wujud menjadi ular di atas pohon. Dan tempat itu memang banyak kepala tengkorak yang bergantungan di pohon terlihat seperti tempat pembantaian. "Apa!!" Zara menoleh ke arah Zach yg masih terlihat santai. Zara pun tersenyum miring seakan mengingat sesuatu. "Tidak perlu takut Miki, disini ada mahkluk hebat yang tak terkalahkan tentunya. Dia pasti akan melindungi kita. Dan nanti akan kita lihat seberapa hebat mahkluk ini..." Zara menatap sinis ke arah Zach. "Jika mahkluk itu pintar, dia tidak akan mau melawanku. Saat ini mereka hanya bisa bersembunyi dan memperhatikan kita. Mereka tidak akan berani keluar, maka dari itu jangan jauh jauh dariku atau mereka akan menangkap kalian berdua." Zara memutar bola mata malas mendengarnya. Apa yang di katakan Zach memang benar, seharusnya sejak memasuki tempat ini mereka pasti sudah di serang para penyihir jahat dan di culik tapi sekarang tidak. Malah tidak ada satupun penyihir yang lewat. Zach memang benar sepertinya para penyihir jahat sedang bersembunyi "Kau masih meragukan ku?" Zach mendengar ucapan zara dalam hatinya. "Huhh.... Berhenti membaca pikiran orang, itu tidak sopan!" Zara merutuk kesal. Zach tertawa kecil mendengarnya. Baru kali ini ada penyihir yang berani melawannya biasanya baik penyihir putih maupun hitam akan segera lari terbirit b***t saat melihatnya karna takut akan menjadi santapan Zach yang mengerikan. *** Hari sudah semakin gelap setelah mereka menempuh perjalanan yang cukup jauh mereka akhirnya memutuskan beristirahat di tempat itu. Yang mana situasinya lebih mencekam dari pada tempat yang tadi mereka lewati dan di sebrang tempat itu terdapat gua atau singgah sananya Ratu penyihir hitam dan juga sebagai tempat eksekusi para korban penyihir jahat itu, dan setelah mereka mengeksekusi para korbanya para penyihir itu menyisahkan tengkorak kepala korbanya untuk di letakan di atas pohon. Zach menghidup kan api hanya dengan tatapannya membuat sedikit cahaya di tempat istirahat mereka. Sementara itu Zara menyiapkan tempat mereka akan tidur. Miki terus membuntuti Zara seakan benar benar takut di terkam Zach jika menjauhi Zara sebentar saja. *** Sementara itu di kediaman penyihir hitam "Yangmulia Ratu, kita kedatangan tamu tak di undang ada 2 peri putih yg memasuki tempat kita dan satu mahkluk penghisap darah yg sangat mengerikan yg bernama Zach Flourenc dari kerajaan flourenc semua bangsa kita tau siapa Zach Flourenc itu jadi tidak ada satupun bangsa kita yg berani mengganggu kedua penyihir itu," ucap anak buah Ratu penyihir itu. Ratu Veronica yg mendengar nama Zach Flourenc pun tersenyum senang, sudah sejak lama veronica menantikan bertemu dengan Zach vampire yg sangat di kagumi nya itu ketampanan dan kekuatan nya yg luar biasa membuat Veronica jatuh cinta, tapi sangat sulit sekali menemui nya Veronica hanya bisa melihat Zach dari air yg bercampur darah para korban nya dan sekarang Zach malah berada di tempat nya tanpa Veronica harus bersusah payah mencarinya lagi. Tapi, tunggu dulu dia bilang tadi zach bersama peri putih, sejak kapan Zach berteman dengan peri, biasanya ketika Zach melihat penyihir maka dia akan langsung membunuh nya... "Siapa peri itu?" tanya Veronica kepada anak buahnya. "Yg satu seorang wanita muda terlihat cantik seperti seorang putri hanya saja pakaian nya seperti pemburu, dan yg satunya lagi hanya anak kecil yangmulia Ratu." "Kalau begitu bawa kedua penyihir itu kemari dan kurung dia di tempat biasa, kalian harus menculiknya jangan sampai Zach tau," perintah Ratu Veronica kepada anak buahnya. "Baiklah yangmulia Ratu, perintah anda akan segera kami laksanakan." Para anak buah Veronica pun segera bersiap siap ingin menculik Zara dan Miki tentunya tanpa sepengetahuan Zach. Jika sampai Zach tau maka habislah mereka menjadi santapan Zach. Tentunya tidak mudah bagi anak buah Veronica untuk membuat Zach tidak menyadarinya mereka harus membuat siasat untuk memisahkan Zara dan Zach terlebih dahulu baru mereka bisa menculik Zara dan Miki. *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN