BAGIAN 50

1635 Kata

"Mama kenapa, Mas?" tanyaku sedikit gugup. "Masuk mobil, Sayang. Kita ke rumah mama sekarang. Mbak Selly teriak-teriak histeris katanya. Mama bingung harus gimana soalnya Mbak Selly nggak mau cerita apapun." Tak ingin membantah, aku pun buru-buru pamit pada Bi Lasmi yang masih jemur baju di belakang. Wanita paruh baya itu pun mengikutiku ke teras untuk menutup gerbang setelah mobil Mas Amran meninggalkan garasi. "Mbak Selly kenapa, Mas? Kok sampai histeris begitu?" Mas Amran hanya mengedikkan bahu sembari mengetuk-ngetuk gagang stir dengan telunjuknya. Teringat kembali pertemuan tak sengajaku dengan Mas Emil beberapa hari lalu. Termasuk pesan dan foto yang dikirimkan Arumi kemarin. Foto Mas Emil dengan istri barunya yang cantik dan anggun. Mereka tampak begitu bahagia seolah dunia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN