BAGIAN 61

1807 Kata

Mama cukup panik melihatku terus merintih kesakitan di atas ranjang. Setelah mengusap punggung dan perutku pelan, mama buru-buru keluar rumah katanya ingin memanggil Mas Amran yang kebetulan masih di rumah tetangga. Sejak jogging tadi pagi, dia belum balik ke rumah. Kurasakan air mulai merembes ke lutut. Rasa sakit kembali terasa. Tak pernah kurasakan sesakit ini. Berulang kali istighfar dan berusaha merapatkan doa-doa untuk menenangkan diriku sendiri. Tak lupa membaca surat-surat pendek Alquran agar sakitnya berkurang. Di tengah kesakitanku, Ruri terus mengusap perutku yang terasa lebih kencang dan keras dibandingkan sebelumnya. Sesekali dia memanggil sang nenek karena ketakutan melihatku guling-guling di atas ranjang menahan sakit yang mendera. "Nekkkk, buruan sini! Kasihan tante Zi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN