BAGIAN 60

1617 Kata

"Kita ke klinik Asyifa ya, Mbak. Ruri dibawa mama sama Prilly ke sana," ujarku lirih sembari mengusap punggungnya. Mbak Selly masih terus memeluk, badannya terasa bergetar karena tangisnya yang belum reda. "Iya, Va. Mbak takut kehilangan Ruri. Cuma dia harta paling berharga yang mbak punya." Akhirnya aku kembali menghela napas lega setelah mendengar balasannya. Itu artinya tingkat kewarasan Mbak Selly mulai kembali dengan sempurna. Syukurlah. Setelah ruangan dibersihkan dan tetangga pulang ke rumah masing-masing, aku dan Mbak Selly diminta Mas Amran duduk di kursi belakang. Sementara dia duduk di belakang kemudi. Banyak hal yang diceritakan Mbak Selly tentang rumah tangganya bersama Mas Emil. Tentang suka dukanya dan sikap-sikap mantan suaminya itu beberapa bulan terakhir. Setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN