BAGIAN 56

1607 Kata

"Zilva, minggir!" Peringatan Arumi nyatanya tak bisa membuatku lebih gesit menghindar saat Lala menubrukku dengan kasar. Perempuan itu benar-benar menyeramkan. Sikapnya sering kali di luar nalar. Benar kata Arumi, aku memang harus extra hati-hati menghadapi perempuan selicik Lala. "Astaghfirullah!" Aku menjerit seketika saat nyaris terjengkang ke belakang. Beruntung ada seseorang yang menahanku dari belakang, jika tidak, aku pasti sudah terjengkang dan jatuh di tangga eskalator. Ya Allah, tak bisa kubayangkan bagaimana nasibku dan janin yang ada dalam kandungan ini jika sampai terguling ke lantai bawah. Mungkin akan keguguran dan semua mimpi menjadi ibu lenyap dalam sekejap mata. Badanku lemas membayangkan semuanya. Kulihat Arumi tergesa mengejarku. Dia sampai shock melihatku lemas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN