"Sayang ... kamu nggak apa-apa kan?" Mas Amran kembali bertanya dengan khawatir. Perlahan kubuka pintu setelah cuci muka dan merasa baik-baik saja. Mencoba untuk tersenyum menatapnya agar tak terlalu mengkhawatirkan keadaanku. Aku harus bertahan di sini, setidaknya sampai masalah ini selesai. Ingin kutahu keputusan apa yang akan diambil Mas Amran setelah topeng istri keduanya terbongkar. Jangan sampai keputusan akhirnya tertunda karena dia terlalu mengkhawatirkan keadaanku yang tak baik-baik saja. "Aku oke kok, Mas. Jangan terlalu khawatir. Ayo dilanjutkan, aku mau ikut mendengarkan keputusan terbaik untuk masalah ini," balasku lagi dengan seulas senyum. Mas Amran mengusap wajahku yang masih sedikit basah lalu mencium keningku begitu saja. Seolah tak peduli ada beberapa pasang mata

