"Ada ap-" belum selesai Jiwan menyelesaikan kalimatnya. Lucas sudah lebih dulu mencengkram kerah bajunya dan membanting punggung Jiwan pada dinding. Kening Jiwan mengernyit. "Ada masalah apa?" "Tidak usah mencari perhatian Gemma. Sok mandiri, pakai belikan coklat segala. Cih, aku tahu itu hanya alibi." Merasa tidak terima dengan perkataan Lucas. Jiwan segera mendorong anak laki-laki sepantarannya itu. Kemudian menatap tajam Lucas. "Kau tidak tahu apa-apa tentang kehidupanku. Dan aku tidak punya maksud apapun memberikan Gemma coklat." "Halah, akui saja kau punya maksud tertentu! Gemma itu punyaku ya! Jangan coba-coba mendekatinya." Jiwan berkacak pinggang sembari menatap remeh Lucas. "Punyamu? Bukankah kalian musuh?" Jiwan kemudian beralih melipat kedua tangannya di depan d**a, semb

