Gemma meraba kepalanya yang telah bersih dari rambut, ia kemudian menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Rambutnya sudah benar-benar habis. Besok ia ujian kelulusan, dan rasanya akan sangat memalukan pergi ke sekolah dalam kondisi seperti ini, meskipun bisa ditutupi topi dan beanie. Tapi bagaimana jika ada yang mengganggunya lagi dan iseng melepas topi atau beanienya? Ia akan benar-benar malu. "Apa aku pakai wig saja ya? Apa merk yang bagus? Ibu Irene pasti tahu, diakan punya salon, aku tanyakan saja padanya." Gemma mengambil ponselnya untuk menghubungi Ibu Irene. Setelah menemukan kontaknya, ia segera menempelkan benda berwarna hitam itu ke depan telinga. "Halo Gemma, tumben menelfon, ada apa?" "Apa Ibu sedang sibuk?" "Yah sedikit, tapi aku selalu ada waktu untukmu kok. A

