Mungkin seharusnya Ros tidak mengatakan hal itu pada Taji dan Gagah karena mereka kemudian malah saling pandang lalu segera saling bergidik dan membuang muka ke arah berlawanan. Wajah Ros dan Ayla langsung masam karena melihat reaksi dari Gagah dan Taji tersebut. Kedua gadis itu pun kemudian ikut berpandangan dan seperti saling menyuarakan rasa putus asa mereka. Setelah itu, Ros dan Ayla kembali bersikap biasa. Taji dan Gagah tetap pada posisi mereka semula, saling mengabaikan. “Lain kali, mending lo simpen sendiri deh apapun yang terlintas di pikiran,” saran Ayla pada Ros. “Ketimbang lo suarakan malah jadinya runyam lagi.” Ayla menggeleng. “Gue juga nyesel, Ay,” tukas Ros. “Mungkin gue memang nggak seharusnya ngomong.” Gadis itu lalu tersadar. “Tapi kalau gue ngomong dalam hati pun, sal

