Seakan Hendak Jadi Tumbal

2146 Kata

Ros kemudian jadi membayangkan sendiri. Bagaimana jika ia mengalami nasib sama seperti bayi dari bapak itu? Mungkin ia tidak akan tahu apa-apa tentang dunia ini. Tentang memakai kekuatan yang diwariskan padanya. Tentang bagaimana serunya berinteraksi dengan teman lalu tertawa bersama-sama. Tentang betapa keburukan dan kebaikan sama-sama memiliki peluang yang besar untuk menyelimuti bumi. Ros mungkin tidak akan tahu itu semua jika ia kemudian menjadi tumbal oleh orang tuanya. Sudah menjelang pagi dan belum ada pasien baru yang datang. Bapak kemudian masuk ke ruangan praktiknya dan memberitahukan air sudah dipanaskan untuk Ros mandi di kamarnya. Ros hanya mengangguk lalu bangun dari posisi duduk. Ia masih berjalan dengan gontai menuju ke kamarnya lagi. Rasanya sungguh tak terjelaskan. Semen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN