Kesedihan yang dirasakan oleh Ayla dan Gagah karena Ros sepertinya tidak mengubah apa yang jadi keputusannya membuat mereka kemudian memikirkan berbagai kemungkinan mengenai apa yang harus mereka lakukan terkait masalah yang dialami oleh masing-masing. Ayla dan Gagah berjalan bersisian di belakang Taji sambil terus berpikir dengan cara mereka sendiri. Dari rencana paling konyol sampai masuk akal sudah terlintas di pikiran. Dari rencana asal lewat sampai rencana yang mungkin berpeluang menghasilkan sudah muncul di otak mereka. Namun, rencana itu seolah tak bertahan lama. Sebab detik berikutnya, baik Ayla maupun Gagah terpikirkan Ros lagi. Taji yang berjalan di depan Ayla dan Gagah bukan tak tahu bahwa mereka sekarang sedang merasa risau. Jika ingin mengungkapkannya dengan lebih jelas, Taji

