Ayla tak menyangka dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Gagah terkait limit kekuatannya. Setahunya, makhluk astral sepertinya dapat memakai kekuatan yang ia punya kapanpun ia mau. Tanpa perlu pertimbangan apapun saat ingin menggunakan. “Kok gue nggak yakin ya karena lo udah uzur jadi nggak bisa pake kekuataan lo dengan lebih leluasa dan bebas?” Ayla bicara sambil menatap wajah Gagah. “Lo yakin karena itu, Gah?” gadis itu kembali bertanya seolah ingin meyakinkan dirinya sendiri. Gagah yang membentuk bibirnya seperti kerucut kemudian hanya mengangguk. “Lo nggak perlu mastiin seolah gue ini anak didik lo yang sedang butuh dukungan gitu.” Ayla hendak menyahut lagi namun Gagah lalu memperhatikan wajah Ayla. “tapi kalau buat bantu nyembuhin luka di muka lo sih gue masih sanggup,” kata Ga

