Jika menyinggung sakit, Ros bisa sangat tahu dan hafal bagaimana bentuk dan wujud pasti yang bisa ia rasakan. Bagaimana ia bisa terjadi, meresap ke dalam hati lalu membuat hari–harinya seolah dinaungi awan mendung sepanjang waktu sampai Ros lelah menangis dan di penghujung hari. Ros tahu sekali bahwa ia tak bisa begitu saja meratapi. Karena semakin dirasakan, sakit itu semakin mencengkram jiwa. Sampai akhirnya, Ros akan membiarkan saja meski rasa sakit itu seenaknya datang dan pergi. Jadi, jika Ibu Ayla mengatakan tentang rasa sakit saat ini, mungkin agak telat karena Ros sudah tahu dan mengenalnya sejak ia menyadari bahwa ia hanya sendiri. Hidup dengan kekuatan dan kemampuan supernatural yang ia mililki akhirnya mengajarkan Ros untuk memberi makna pada hidupnya yang sempat tak ia pikir

