Bab 20: Dunia Baru, Perfect Era!

1242 Kata
Aku bermimpi. Itu adalah saat- saat di mana suasana aneh yang sudah berulang kali mengusik belakangan ini selalu muncul. Saat dewa neraka seolah memberikan kesempatan pada seseorang di masa laluku untuk hidup dengan takdir baru, di dunia baru. Apakah ini ada hubungannnya dengan sejarah yang akan runtuh?            Malam yang sunyi, dedaunan yang terhempas angin meyisakkan suara menderu halus membisikan telinga. Seolah ada yang tersembunyi jauh didalam kegelapan hutan. Suara serangga malam hari menjadi satu-satunya suara yang menemani seorang pria paruh baya dan anaknya. Api unggun yang menari terhempas angin adalah satu-satunya sumber cahaya di kegelapan malam ini. “Arden, aku hanya akan menceritakan sejarah ini sekali dalam hidupku. Ini adalah kisah tentang Era Ketengan, Era Permusuhsan, dan Era Peperangan yang terjadi 400 tahun dimasa lalu. Dahulu kala ada sebuah kekaisaran ya-“             “Ya ampun orang tua, kau sudah sering menceritakan peperangan besar yang terjadi di benua ini. Benua yang dahulu dinamai Myeol. Tentang runtuhnya 8 kekaisaran hebat yang berambisi menyatukan benua.” Arden seorang anak remaja mengeluh tentang bualan orang tua tersebut. Dengan membalikan badan dan menarik selimut dia mencoba untuk tertidur di tengah hutan yang dingin dan gelap.             “Ya ampun anak-anak zaman sekarang tidak bisa mengerti hebatnya sejarah ini haha.” Orang tua tersebut mendapati bahwa Arden tidak lagi tertarik dengan cerita hebat yang terjadi di masa lalu. Sambil mengecek sisa perbekalan dan barang bawaan, pria tua itu bersiap untuk tertidur. Malam semakin dingin dan gelap, api unggun yang semula membara mulai redup kehabisan kayu bakar. Tanpa peduli kepada kayu bakar yang hampir habis pria tua dan anak remaja itu tertidur lelap.             Ini hanyalah sebagian dari rutinitas mereka. Mencari sumber daya di dalam hutan kemudian menjualnya di desa mereka. Mereka telah di latih untuk bertahan didalam hutan yang dingin dan gelap tanpa bantuan siapapun kecuali diri mereka sendiri. Ini adalah hal yang menyimpang mengingat tiap kerajaan telah memberikan aturan ketat tentang keselamatan diri dihutan. Namun aturan tersebut bukanlah halangan bagi pasangan ayah dan anak yang menggantungkan hidup keluarganya dari hutan.             Pagi hari yang sejuk, suara kicau burung yang menenangkan hati. Arden membuka matanya dari tidur lelahnya sesekali mengusap matanya. Dia melihat sekeliling mendapati bahwa orang tua itu telah mulai mengumpulkan kayu bakar dan tumbuh-tumbuhan liar untuk dibawa kembali ke desa. Tanpa berpikir, Arden mulai mengumpulkan semua yang dapat di jadikan uang ketika dia kembali kedesa bersama dengan ayahnya.             Arden telah memahami rute hutan ini lebih baik dari siapapun. Dia tumbuh dan membantu ayahnya di hutan sejak usia 8 tahun. Itu sudah 5 tahun lamanya semenjak dia pertama kali menginjak hutan ini. Dia hafal semua rute hutan ini seperti dia membalikkan telapak tangannya. “Hey bocah bau, pergilah ke sungai untuk mencuci mukamu dan tangkaplah beberapa ikan untuk sarapan kita.” Tanpa berpikir panjang Arden langsung berjalan menuju sungai. Dengan berjalan kaki selama 10 menit dia melihat aliran jernih air yang mengalir, ikan yang berenang dan berbagai macam tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar sungai.             Tanpa berlama lama Arden melakukan segala sesuatu yang diminta ayahnya. Dia bergegas menangkap ikan. “Oh jiwa pahlawan dari kehidupan lampau, bersinar paling terang, redup sangat cepat dan menghilang dalam kegelapan malam”. Arden tertegun sejenak dan berbalik. Dia melihat seorang lelaki tua compang camping berjalan terhuyung-huyung menggunakan sebuah tongkat kayu untuk membantunya berjalan. Dengan reflek yang cepat Arden mengambil kuda kuda untuk bertarung. Arden memang bukanlah seorang petarung handal atau kesatria kelas 3 yang lulus dari Akademi, namun dia memahami dasar dasar bertarung dengan tangan kosong agar dapat bertahan dari hewan liar di hutan.             “Siapa kamu !? apa yang kamu katakan ? jika kamu tidak menjawab maka tidak ada ruang bagi kita untuk berdiskusi.” Itulah Arden, seorang pemuda yang agresif terhadap seseorang yang baru ditemuinya. Dia tumbuh hanya dengan seorang pria yang mengaku menjadi ayahnya tanpa mengetahui keluarganya. Ini yang membuatnya menjadi orang yang agresif. karena pertanyaan yang tidak terjawab oleh pria tua itu, Arden maju menerjang orang tua itu dengan kuda kuda siap mendorong jatuh dan memukulnya.             Tidak seperti yang diharapkan Arden, pria tua itu melambaikan tongkatnya, bergumam dan tidak lama bola api terbentuk di ujung tongkat pria itu, mengejar dan menabrak Arden. Di tabrak oleh bola api bukanlah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Ini membuat Arden terpental sejauh 3 meter dan terluka di bahunya.             “Jiwa malang dari pahlawan masa lalu, dengan ini aku akan membebaskanmu dari segala penderitaanmu. Sebagai hadiah atas pencapaian dirimu dimasa lalu, dengan ini aku Golgoda menyatakan kebebasan jiwa mu.” Orang tua itu semakin ganas. Arden tidak dapat berpikir secara rasional dalam keadaan yang sekarat. Dia terbaring, berusaha bangkit sekuat tenaga hanya untuk melihat sebuah tanah yang terangkat membentuk busur. Besar busur tanah tersebut cukup untuk mengoyak dirinya menjadi berkeping-keping.             Busur tanah itu hancur sebelum mencapai Arden. Ketika penyihir kehilangan konsentrasi mereka maka segala sesuatu unsur dari sebuah sihir akan lenyap dan sihir tersebut akan menghilang. “Pria tua Golgoda ternyata itu kau. Apakah pertarungan kita yang terakhir tidak cukup untuk memberikanmu pelajaran ?”. itu seorang pria tua paruh baya. Menggunakan sebuah ranting dia menebas Golgoda. Ranting di tangan pria tua itu berlapis sebuah aura. Aura itu sendiri menandakan bahwa setidaknya dia telah mencapai level yang setara Kapten Kesatria.             “Argh. Itu kau lagi yang mengganggu rencana ku untuk mengistirahatkan jiwa yang malang ini. Kau hanya akan membawa penderitaan bagi jiwa masa lalu jika terus bersikeras.” Golgoda berteriak sambil mengeluarkan pelindung menggunakan mana. Tanpa menunggu serangan berikutnya dia menjaga jarak aman. “Zatras kau memang seorang pendekar yang menjanjikan, bahkan pangeran harus memberikan rasa hormatnya kepadamu, aku tidak mengerti kau menjadi seorang buronan hanya demi melindungi seorang jiwa dari masa lalu.” Golgoda berteriak sambil bersiap menyerang lagi.             “Tidak ada alasan khusus. Hanya saja aku ingin menjadi saksi dari pertumbuhannya. Aku tidak sabar menunggu hari dia membantai Kekaisaran Archorn. Bukankah kau setuju sudah terlalu lama Archorn mendominasi benua Myeol ? aku ingin melihat runtuhnya Kekaisaran Archorn oleh mesin pembunuh yang kubesarkan Golgoda.”             “Zatras kau kep.arat !! setidaknya tunjukkan rasa hormatmu. Kekaisaran Archorn telah memberikanmu kesempatan untuk menebus kesalahan keluargamu dimasa lalu, namun kau menyia-nyiakannya hanya demi seorang wadah yang tidak sempurna !?” emosi menguasai Golgoda yang telah lama menyimpang dendam dengan Zatras. Tanpa menunuggu lagi dia segera merapalkan salah satu tekniknya yang berdampak besar dengan tujuan menyerang Zatras dan membunuh Arden.             Sebelum Golgoda menyelesaikan mantranya. Dia melihat sebuah garis vertical berwarna biru melesat kearahnya, menghantam perisai di depannya dan mendorongnya mundur. Darah bercucuran dari tubuh seorang pria tua. Bahkan diragukan apakah dia sanggup berdiri atau tidak. Inilah perbedaan bakat murni. Zatras dilahirkan dengan proporsi mana yang berlimpah disbanding anak seusianya. Pada usia 20 tahun dia mampu lulus dari sekolah Kesatria, pada usia 22 tahun dia menjadi Kesatria kelas 1 dan pada usia 25 tahun dia menjadi Kapten Kesatria Kekaisaran Archorn. Dimana hanya elit dari para elit yang berhak memegang posisi tersebut.             “Zatras bajin.gan. Jika saja keluargamu masih hidup akan kuhancurkan mereka, akan ku eksekusi satu persatu keluargamu dan akan ku gantungkan kepala mereka di hutan hingga membusuk. Aku bersumpah suatu saat akan membunuhmu dengan tanganku sendiri Zatras !!” itu adalah teriakan terakhir Golgoda sebelum menghilang menggunakan teleport. * * * * * T B C * * * * * Gimana? dunia baru jono keren kan? hahaha ... selamat membaca~ eh iya ... dia bukan jono lagi sekarang. haha, see ya! Saya perlu jelasin gak? jadi Jono dapat kesempatan hidup baru. dia jadi arden. Arden di bunuh, terus hidup lagi? hahaha baca selanjutnya aja ya gais.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN