Bab 19 : Mati Dan Kehidupan Yang Baru

1063 Kata
Kadang, lo nggak akan percaya atas apa yang terjadi. Tapi itu semua nyata dan benar-benar terjadi. Lo nggak bisa kembali dan satu-satunya cara adalah dengan melanjutkan jalan itu. Apakah lo akan tetap pergi? - kevriawan 2021 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Bab 19 : Mati Dan Kehidupan Yang Baru — — — — — — — — — — — — —  — — — — — Gelap. Hanya itu yang gue lihat begitu membuka mata. Tempat ini terasa kosong. Entah apa yang terjadi sama gue dan Juki sebelumnya. Hal terakhir yang melekat di kepala gue hanya pertengkaran kami soal hidup dan mati. Gue nggak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, bahkan gue nggak punya perkiraan tempat soal di mana diri gue sekarang. PATS! Sebuah cahaya putih datang menghampiri. Dia cepat, dan hampir tidak terlihat. Seperti kilat yang datang tanpa arah dan menyerang tanpa ampun. Tepat saat itu pupil gue membesar. Asupan cahaya itu memberikan informasi tentang keberadaan gue sekarang. Pertama, ini adalah sebuah ruangan. Gue nggak tahu ini di mana. Tapi, langkah gue terasa sangat ringan. Setiap tarikan napas rasanya segar, dan pundak gue yang biasanya pegal dan terasa berat karena beban mental mendadak sembuh. "Ini ... di mana?" Gue bergumam sendiri. Tak lama kemudian, seseorang menghampiri gue. Entah dia dari dunia mana atau dimensi mana. Pakaiannya seperti prajurit jaman doeloe. Dia membaw trisula kecil yang ujungnya ada apinya. Tunggu ... jangan - jangan gue di neraka? "Apa Anda adalah Jono?" gema suara itu datang entah dari mana. Seluruh ruangan terang seperti ada lampu hajatan yang nyala bersamaan. Gue semakin bingung saja. "I-iya, saya Jono." Jujur, agak takut juga. Dalam hati gue bertanya-tanya, apakah ini adalah kematian? Apakah kematian terasa seperti ini? Ataukan ini hannya ilusi semata? Gue nggak paham dengan apa yang terjadi selama tidak sadarkan diri tadi. tapi, gue ingat betul kalau saat itu Juki dan gue tertabrak truk yang hilang kendali. Ah ... kami pasti sudah mati. Tapi ... Juki di mana ya? Tanpa sadar gue jadi celingukan. "Kenapa Anda celingukan, Tuan Jono?" prajurit itu bertanya sopan. Gue cuma bisa garuk-garuk kepala, "Anu ... ehm, anu ... apa temen saya, namanya Juki, di bawa ke sini juga ya, Mas?" Orang itu terlihat bingung, tapi dia tetap berusaha menjawab walau terlihat tidak tahu jawabannya. "Saya tidak tahu, silakan Tuan Jono tanya pada Yang Mulia Hades." "Hades?" Gue mengulang ucapannya itu. Entah kenapa rasanya gue pernah dengar deh nama itu. Di mana ya? Hades .... Hades ... Hades ....? MAMPUS. JANGAN - JANGAN HADES YANG DEWA NERAKA? "Mas, Mas!" Prajurit itu menoleh. "Hades itu yang dewa neraka?!" tanya gue panik. "Iya, Yang Mulia Hades adalah penguasa dunia bawah." jawabnya sopan. Waduh! Pikiran gue jelas langsung berkecamuk. Antara pusing, mual, mau muntah, lemas, letih, lesu, linglung, takut, gemetar, gemas. Ah, pokoknya semua jadi satu! Dosa gue segini banyaknya ya, sampai - sampai pas mati langsung ketemu dewa neraka?! "Mari saya antar, Tuan Jono." prajurit itu bersiap seperti mau mengawal gue. "Eh, i-iya."  Dengan terpaksa gue pun jalan mengikuti di prajurit itu. Tapi di luar dugaan, ternyata istana di neraka tidak jelek - jelek amat. Memang terlihat agak suram karena semuanya di dominari hitam, merah, emas. Tapi tetap terlihat mewah walah gemas banget aura nerakanya. Gue terus berjalan sampai ke altar di mana Dewa hades duduk. "Kamu Jono?" tanya sang Dewa. "I-iya, Om." Gue menabok mulut sendiri. "Eh, maksudnya ... Iya Tuan." Hades yang agung terlihat pusing dan suram. Gue cuma diam aja, karena takut dicemplungin ke neraka dan di panggang sama penjahat-penjahat lainnya. "Saya beri satu permintaan." Hades berucap tegas setelahnya. "Apa yang kamu mau?" Loh, loh? kok gue teringat iklan jin yang di TV ya? Bener, ini Hades asli? "Tuan, kok saya nggak di jeblosin ke neraka?" Gue malah penasaran. "Oh, kamu mau ke neraka dulu?" hades mengibaskan tangan. Pintu neraka otomatis terbuka dan gue hampir nyemplung kalau nggak pegangan sama si om prajurit tadi. "Ehh! Enggak Dewa. Ampun!" Gue menjerit heboh, dan pintu neraka di tutup lagi. "Tapi, kok saya malah dikasih permintaan. Saya sudah mati kan?" "Iya, tapi anak buah saya salah cabut nyawa." Hades berdecak pusing. Nah Loh! --- gue melongo. "Harusnya cuma Juki yang kami jemput. Tapi bablas bawa kamu sekalian. Padahal hidupmu masih panjang." Hades mendelik pada anak buahnya. "Oh, jadi saya bisa hidup lagi? Boleh nego, nggak Dewa?" Gue bingung tapi halu. "Oke, hidup macam apa yang kamu inginkan, Jono?" Hades  melipat tangannya, dia menunggu keinginan gue. Gila, ini gue kayak di anime - anime deh. Hahaha. "Saya mau masuk ke dunia ayng kayak di anime, jadi kesatria hebat gitu, Dewa." Kehaluan gue merebak dengan sendirinya. "Saya mau berpetualang. Tapi tidak mau di dunia sebelumnya. Orang-orang di sana jahat." "Tapi kamu akan melupakan semuanya. Dan hidup masa lalumu seolah tidak pernah terjadi. Kamu bukan Jono lagi. Semua tata cara bahasa, bicara, perilaku, sampai wajah dan tubuh ... tidak akan sama dengan saat ini." "Oh, boleh, Dewa. Kalau bisa yang ganteng, ya." Gue nyengir kuda. Tak lama kemudian prajurit yang mengawal gue tadi membawakan sebuah nampan berisi permen. Gue menrima itu sambil menatapnya. "Setelah makan itu, maka hidupmu akan berubah. Dan kamu akan melupakan semua yang ada di sini, memulai hidup baru, dan sama sekali tidak pernah mengingat kehidupan masa lalumu." "Setuju!" Gue menjawab cepat. Mungkin ini adalah hal yang sangat gue inginkan dari kapan tau. Sekarang ada kesempatan yang memungkinkan keinginan itu terkabul. Gue muak menjadi korban bullying. Gue nggak mau menjadi Jono. Gue juga sudah mati. Dan gue anggap jono juga ikut mati. Kalau gue harus terlahir kembali atau pindah dunia ... semoga dengan ini hidup gue bisa berubah. Gue tahu bahwa kedepannya mungkin perjalanan hidup yang baru nggak akan mudah. Tapi ... gue tetap mau mencoba. Saat menatap permen yang diberikan Dewa Hades, gue sempat kepikiran emak, tapi ya sudah lah. itu sudah masa lalu. Gue akan dengan ikhlas menerima kehidupan baru. meski harus benar-benar meninggalkan yang lama. Yah, hidup itu pilihan kan? Oke, gue akan memilih jalan ini sekarang. "Kalau sudah siap, telan benda itu!" perintah Hades. tanpa keraguan, gue mengambil benda lunak yang mirip permen sugus itu. memakannya dan berpindah dunia. menjalani kehidupan yang baru. Apakah ini akan berjalan lancar?  * * * * T B C * * * * Guys, Jono bakal masuk ke dunia baru. Seperti apa? stay toon dong!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN