Bab 6.3 : Hubungan Bullshit is Really Like a s**t!

1026 Kata
 Manusia itu makhluk sosial, semua butuh kasih sayang, butuh temenan, butuh ada komunikasi dengan orang lain. Itu semua membentuk suatu hubungan. Sayangnya sering kali rumit. Semua hubungan itu bikin pusing, bukan cuma hubungan lo dan dia aja - kevriawan 2020   = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =    Bab 6 : Hubungan Bullshit is Really Like a s**t! “Juk, gue mau lihat tugas,  dong!” Gue meletakan tas di bangku kosong meja sebelah Juki. Kebetulan minggu lalu doi yang nyontek gue. Kali ini gue yang nyontek dia. Haha. Biar adil pokoknya.   “Gue belum buat.” Jawabnya singkat.    Lalu sesuatu yang ampas bin bangsul mengejutkan gue, dong. Ternyata ketika pelajaran dimulai Juki mengumpulkan PR-nya. Gue jelas marah dan enggak terima. Gue ngambek, tapi Juki di sini merasa bersalah, sih. Dia juga berusaha untuk membujuk gue dan enggak menghakimi. Dia minta maaf karena bener - bener enggak bisa memberikan contekan waktu itu katanya. Gue awalnya enggak percaya dan memutuskan untuk mulai menjauhi Juki. Akan tetapi gue baru tahu belakangna bahwa dia sebenarnya sudah mengumpulkan tugas juga atas nama gue. Ini gue tempe dari mana? Ya cek KHS, lah! Kan gue mahasiswa.   Jadi, gue tahu kalau sebenarnya Juki sudah membantu gue diam - diam. Mantoel kagak tuh? Hahaha.   By the way membahas soal hubungan, gue juga enggak mau melulu menggunakan sudut pandang gue sendiri. Berikut ini ada yang lebih ilmiah, gue dapat dari kompasiana jadi gue coba rangkum sekalian buat kalian.   Menurut (Romauli, 2013:40-41), tahap-tahap dalam hubungan antar manusia ada lima yaitu : 1. Kontak. Dalam tahap ini, empat menit pertama interaksi awal. Individu dihadapkan suatu pilihan untuk melanjutkan komunikasi atau tidak. Pada tahap ini, penampilan fisik turut andil dan sangat penting karena fisik lebih terbuka dan sangat mudah untuk diamati. Namun, beberapa dimensi lain seperti sikap kekeluargaan, keterbukaan, maupun kedinamisan dapat juga kita amati dari tahap ini. Jika individu yang menjadi lawan bicara ini menyukai hubungan ini, kita dapat melangkah ke tahap dua. 2. Keterlibatan. Tahap ini merupakan tahap pengenalan yang lebih jauh. Ketika kita mengikatkan diri kita untuk mengenali individu dan juga mengenali diri. 3. Keakraban. Pada tahap ini, muncul rasa saling terkait dan bergantung. Dimana rasa saling percaya akan timbul dengan sendirinya. 4. Perusakan. Pada tahap ini, hubungan antara kedua pihak melemah, dimana kedua belah pihak merasa bahwa hubungan ini tidaklah sepenting sebelumnya akhirnya. Terlebih lagi kesibukan antara keduanya, akhirnya kedua pihak saling berdiam diri dan mengurangi untuk mengungkapkan diri. Jika tahap ini terus berlanjut,  maka tahap selanjutnya adalah pemutusan hubungan. 5. Pemutusan. Pada pemutusan hubungan ini, kedua belah pihak memutuskan ikatan hubungan yang telah mereka bangun sebelumnya. Dan biasanya dimulai karena arah yang kini berbeda.   Adapun faktor yang mendorong hubungan antarindividu dengan baik yaitu : 1. Rasa percaya, dengan mengandalkan perilaku orang lain agar memenuhi tujuan yang dikehendakinya. Adapun keuntungan yang diperoleh dari rasa percaya pada orang lain adalah menjalin interaksi antarindividu dengan lebih baik. Adapun tiga hal yang menumbuhkan kepercayaan : -- Menerima yaitu kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain tanpa menilai. -- Empati adalah memahami orang lain yang tidak mempunyai arti emosional bagi kita. -- Kejujuran merupakan memberi kepercayaan kepada orang lain.  2. Sikap terbuka dan sikap tertutup. Sikap terbuka berarti menilai pesan secara objektif dengan menggunakan basis data dan logika, melihat  suasana, dan berorientasi pada isi pesan serta mencari suatu informasi dari berbagai sumber yang jelas. Sikap tertutup adalah menilai suatu pesan berdasarkan motif, kaku, dan terkesan lebih konservatif serta menolak pesan yang tidak konsisten dengan sistem kepercayaan yang ada.   Menurut Max Weber, tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu lain di masyarakat. Tindakan sosial terbagi atas : 1. Tindakan rasional instrumental yaitu tindakan yang memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan atau antara efisiensi dan efektivitas. 2. Tindakan rasional berprestasi nilai yaitu tindakan yang berkaitan dengan nilai dasar dalam suatu masyarakat. 3. Tindakan tradisional yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan adat istiadat maupun kebiasaan. 4. Tindakan efektif yaitu tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok berdasarkan perasaan ataupun emosi kontak sosial.   Kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal dari suatu interaksi. Kualitas hubungan antar manusia ditentukan oleh model individu yang menerapkannya. Model dan kualitas hubungan terbagi atas : 1. Teori Transaksional yaitu suatu proses dimana komponennya saling terkait dan masing-masing personalnya bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan. Kaidah dari teori ini selalu dikaitkan dengan hubungan antar manusia yang mesti didasarkan pada pertimbangan dari dampak yang ditimbulkannya. 2. Teori Peran yaitu teori yang cenderung menekankan pada suatu pergaulan sosial dengan skenario yang telah disusun di masyarakat. Dimana setiap hubungan manusia diatur oleh kehidupan tatanan yang ada pada suatu masyarakat dan masyarakat tersebut mencoba untuk mengatur bagaimana seharusnya manusia itu mampu berperan dalam kehidupan sehari-hari. Teori ini mempertimbangkan harmonisasi. Apabila suatu individu sanggup untuk memenuhinya maka kehidupannya menuju pada suatu pergaulan yang lebih harmonis. Begitu pun sebaliknya, jika tidak sesuai dengan semestinya maka individu tersebut mendapat sanksi sosial seperti dikucilkan atau dicemooh. 3. Teori Permainan yaitu teori yang memperhatikan fase manusia sepanjang siklus kehidupannya dan dimulai sejak masa kanak-kanak sampai tua. Pada masa kanan-kanak, hubungannya cenderung bersifat manja. Pada masa dewasa, hubungan antara manusia menjadi suatu tanggung jawab. Dan pada tahap ini, individu akan mulai menyadari dampak dari hubungan yang telah tercipta. Adapun pada masa tua, individu  lebih bisa memaafkan orang lain dengan dasar kasih sayang.   Hubungan antar manusia akan lebih efektif dan efisien apabila pihak yang berkomunikasi mampu mengontrol interaksi yang dilakukan secara baik. Manajemen hubungan antar manusia yang efektif lebih mengutamakan orang lain agar dirinya merasa seperti pahlawan. Masing-masing pihak berkontribusi pada saat melakukan hubungan antar sesama tersebut.   Oke, kita akan masuk dalam ranah kesimpulan, gaes. Jadi … intinya, hubungan itu harus dijaga, harus dipupuk dan dirawat dengan baik. Istilahnya apa, ya … semacam lebih bisa membawa diri aja, gitu.    Karena kita bisa mengendalikan diri sendiri, tapi enggak bisa mengendalikan orang lain.   Sekian dan terima gaji~   * * * * * to be continued * * * * *  Ps. sorry genks hari ini telat update, hiks. By the way, kalau kalian merasakan sama seperti apa yang Jono rasakan, boleh banget langsung di tap LOVE nya gaes. Atau bisa juga kalau kalian mau add cerita ini ke library atau perpustakaan. Supaya kalau next time saya update, kalian enggak ketinggalan beritanya, hihiw~ Oke deh, kalau gitu see you in the next chapter ya!   Bye ....   
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN