Bab 28. Pingsan

1072 Kata

"Bi, apa kata dokter? Apa benar Inara hamil?" tanya Kiai Ammar melalui sambungan telepon saat Abi melangkah keluar dari rumah sakit Bakti Husada. Kedua mata pemuda itu bahkan tidak lepas memandang sang istri yang kini setelah berada di dalam mobil Ferrari hitam bersama lelaki lain "Alhamdulillah, Bah. Inara hamil," jawab Abi singkat. Kembali dadanya terasa berdesir karena harus membohongi lelaki sebaik Kiai Ammar. "Alhamdulillah, Abah senang mendengarnya. Terima kasih ya, Bi," ucap Kiai Ammar dari seberang telepon dengan nada sendu. "Terima kasih untuk apa, Bah?" tanya Abi bingung. "Terima kasih karena kamu sudah menerima Inara. Tolong bahagiakan putri Abah, ya! Abah percaya kamu bisa membimbingnya." Mendengar ucapan Kiai Ammar, hati Abi seolah tercubit. Bagaimana lelaki paruh baya it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN