"Bi, hari ini kamu antar Inara ke dokter saja, ya. Abah sudah penasaran dengan kondisi Inara. Semoga istri kamu itu benar-benar hamil. Kamu tidak usah membantu Abah di pasar. Terus pulangnya, kalian langsung jalan-jalan saja, tidak usah memikirkan pekerjaan di pasar," ucap Kiai Ammar saat Abi bersiap berangkat ke Pasar Raya. "Tapi, Bah. Apakah nanti Abah tidak kerepotan?" tanya Abi ragu. "Sudah, nggak apa-apa. Kan masih banyak karyawan lain yang membantu Abah. Khusus untuk hari ini, kamu pakai untuk me time bersama istrimu." Kiai Ammar menepuk pundak Abi sambil tersenyum. Sementara lelaki bercambang tipis itu bingung. Dia yakin kalau Inara tidak mungkin mau diantar ke dokter untuk periksa kandungan. Namun, untuk menolak permintaan Kiai Ammar pun juga tidak mungkin karena bisa membuat me

