Bab 23. s**u Segar

1534 Kata

"Bah, kok Umi merasa sepertinya ada yang aneh dari mereka berdua, ya," ucap Umi Hanik setelah Inara dan Abi beranjak masuk ke kamar. "Aneh bagaimana, Mi," balas Kiai Ammar sembari masuk ke ruang tamu dan duduk di sofa. Sementara sang istri mengunci pintu depan dan mengikuti lelaki paruh baya itu dengan duduk berdampingan. "Umi lihat, mereka itu kok kurang bahagia kayak pasangan hasil perjodohan saja. Padahal kan mereka menikah juga karena saling suka, bukan paksaan dari kita," jelas Umi Hanik. Kiai Ammar menghela napas panjang mendengar ucapan sang istri. Sebenarnya lelaki paruh baya itu juga berpikir hal yang sama dengan sang istri. Sebagai pasangan pengantin baru yang baru berapa minggu menikah, seharusnya Abi dan Inara sedang dalam fase bahagia-bahagianya. Selalu ingin berdua dan mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN