Bab 21. Luka tak Berdarah

1046 Kata

"Radit!" teriak Inara saat melihat sosok lelaki tampan yang sudah beberapa waktu terakhir ini membuatnya memendam rindu. Wanita yang berbalut jilbab pashmina warna moka itu berhambur memeluk lelaki tampan dengan kemeja warna merah maroon yang telah menunggunya di sebuah meja yang ada di sudut ruangan Sekar Kedhaton restoran. "Aku kangen banget sama kamu, Dit," ucap Inara sembari mempererat pelukannya pada lelaki tampan yang tidak lain adalah Raditya itu. "Jangan begini, Ra! Ingat, kita lagi ada di Yogya, bukan di Singapura. Nggak enak dilihat orang," balas Raditya sembari melepas lembut pelukan Inara. "Aku nggak peduli, Dit. Aku kangen banget sama kamu," ucap Inara sembari hendak memeluk Radit kembali. Namun, lelaki tampan itu menahan lengannya. "Ra, plis. Jangan begini." "Kenapa kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN