"Husna, aku nggak nyangka akan ketemu kamu lagi di sini. Oh iya, bagaimana kaki kamu? Sudah enakan?" tanya Radit memecah keheningan. Keduanya terjebak dalam kebisuan selama beberapa menit. Sedangkan Ratih dan Maya berpindah meja untuk memberikan kesempatan anak-anak mereka untuk bebas berbincang dan saling mengenal satu sama lain. Husna yang tadinya menunduk kini mengangkat wajah menatap sosok tampan yang saat ini duduk berhadapan dengannya. "Alhamdulillah sudah, Mas. Cuma luka kecil, kok. Saya juga tidak menyangka kalau anaknya Tante Ratih adalah kamu," balas Husna sembari mengulas senyum tipis. "Menurut kamu bagaimana?" Radit bertanya dengan pandangan mata yang tidak sedikitpun terlepas dari Husna. "Bagaimana apanya, Mas?" tanya Husna sembari membuang pandangan ke arah lain menghind

