Bab 19. Masa Depan

1185 Kata

"Radit!" Panggil Inara sembari mengikis jarak dengan lelaki yang baru saja keluar dari toilet pria. Lelaki yang tidak lain adalah Raditya itu sempat terkejut saat melihat siapa yang memanggilnya. "Inara," ucapnya lirih. Akhirnya takdir mempertemukan mereka juga. Padahal sejak tadi, Radit berusaha menghindar agar tidak bertemu dengan wanita itu. "Kenapa kamu bisa ada di sini? Bukankah seharusnya kamu ada di London? Kamu bohong sama aku ya, Dit?" Inara menyerang Raditya dengan berbagai pertanyaan sembari mendorong d**a lelaki tampan itu. "Aku bisa jelaskan semua, Ra. Tapi please, tidak sekarang. Aku sedang terburu-buru. Kita ketemu lagi nanti, ya," balas Raditya sembari menepis tangan Inara membuat wanita itu kecewa. "Nggak, kita harus bicara sekarang," tolak Inara. "Tapi aku nggak bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN