Reagant menjalani hari-harinya di panti asuhan bersama Suster Theo dan puluhan anak lainnya. Mereka hidup dengan nyaman dan diperlakukan dengan sangat baik. Dalam keseharian, Suster Theo dibantu oleh beberapa orang suster dan beberapa staf. Selain panti asuhan, mereka juga mendirikan sebuah sekolah di sana. Reagant juga mulai bersekolah di sana. Dia sudah lancar membaca dan menulis, bahkan pengetahuan dia sudah sangat bagus untuk ukuran anak seusia dia saat itu. Hal itu makin menguatkan dugaan Suster Theo kalau Reagant bukan anak jalanan. Dia jelas bukan anak terlantar atau anak yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Kemungkinan yang paling mendekati rasional adalah dia melarikan diri dari rumahnya, entah dengan alasan apa. “Ray, kamu dipanggil ke ruangan Suster Theo. Sekarang!” uca

