Ara terbangun dan menangis keras karena dia tidak mengenal orang-orang yang ada di sekelilingnya. Ada seorang ibu-ibu dan dua anak perempuan di sana dan dua gadis kecil itu memegangi tangan Ara agar tidak meronta. “Tenanglah. Tidak apa-apa. Kami hanya memandikanmu agar tubuhmu hangat. Sssstttt. Sudah, jangan berteriak,” ucap ibu-ibu itu dengan suara tenang, tetapi cukup tegas terdengar di telinga Ara. Masih sedikit terisak, Ara mulai memindai ke sekeliling. Tempat ini sangat asing baginya. Dia ketakutan. Namun, melihat tiga orang itu tidak berbuat jahat terhadapnya, dia mulai sedikit merasa tenang. “Ibu ....” Ara menggumam, menanyakan keberadaan ibunya. “Tenang, ya. Nanti, ibu kamu pasti akan menjemput ke sini. Kita tidak tahu kapan. Untuk sementara, kamu tinggal di sini, ya. Jangan

