Pelayan itu lalu membawa Ara ke panti asuhan lain sembari dia melakukan perjalanan ke luar kota. Kebetulan, mereka melewati panti asuhan yang tampak gelap dan kotor. Tak ada waktu lagi untuk pelayan tersebut mencari panti asuhan lain. Dia tahu, orang suruhan Raja Osmod pasti sudah mulai mengejar mereka. Kalau tidak ingin tertangkap dan mati sia-sia, dia harus segera meninggalkan Ara, lalu pergi menjauhi kota itu. Kalaupun dua anak itu nantinya tertangkap, itu bukan urusan dia lagi. Pelayan itu masih mengira kalau Putri Silvana dan sang suami memang sengaja dibunuh oleh Raja Osmod. Dia menyangka kalau sang raja masih sangat marah atas pelanggaran yang dilakukan oleh Putri Silvana dan tidak mau memaafkan wanita itu. Karena itulah, kecelakaan itu dibuat untuk menghukum Putri Silvana, sekali

