Bulan Madu Sesungguhnya (21+)

1300 Kata

    “Aish, sial! Apa hari ini adalah hari sialku?” tanya Darka pada dirinya sendiri saat dirinya tidak menemukan kunci bungalo yang disewa atas nama Vanesa di saku celanannya. Sepertinya ia benar-benar tidak beruntung hari ini. Setelah ditinggal oleh Vanesa kembali lebih awal ke Indonesia, sekarang kunci bungalo hilang. Entah Darka menjatuhkan benda kecil itu di mana.     “Sekarang apa yang harus aku lakukan?” tanya Darka lagi pada dirinya sendiri.     Ia melihat jam tangannya dan ini sudah tepat jam sepuluh malam. Ini sudah terlalu malam bagi Darka untuk teta berada di luar ruangan. Apalagi, suhu yang semakin dingin dengan angina malam yang berembus dengan kuatnya. Rasanya begitu dingin dan membuat Darka benar-benar ingin berendam dalam air hangat atau menikmati kegiatan panas dengan be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN