“Apa?” tanya Vanesa lalu melirik pada Darka yang masih terbaring pulas di atas ranjang. Vanesa lalu meraih jubah tidurnya dan beranjak menuju balkon sembari masih dengan telepon yang menempel di telinganya. “Coba ulangi lagi apa yang kau katakan,” ucap Vanesa pada seseorang yang berada di ujung sambungan telepon. “Kau harus segera kembali. Sesi pemotretannya dipercepat karena ada desakan dari klien kita. Kau tidak bisa menolaknya, atau kau harus membayar denda karena lalai dalam menjalankan tugas dan memenuhi apa yang diminta oleh klien kita,” ucap manager Vanesa yang memang menghubungi Vanesa untuk segera kembali ke Indonesia untuk menjalani sesi pemotretan untuk salah satu produk klien mereka. Tentu saja, manager Vanesa tidak tahu jika saat ini Vanesa tengah berlibur

