Dear, Bangkit.

1675 Kata

Barbie and Ken tergeletak di permukaan meja belajar, lebih tepatnya bersandar pada pintu kecil tempat Permata menyimpan buku-buku sekolahnya. Gadis itu sibuk mengerjakan tugas sekolah, sudah tiga hari belakangan ia resmi kembali ke sekolah lamanya, bertemu teman-teman lama dan terus melakoni hari seperti biasa—berjualan donat. Apalagi sekarang tak ada beasiswa setelah ia undur diri dari SMA Gautama, jadi Permata harus berjuang lebih keras lagi membiayai sekolahnya sampai lulus nanti. Jendela kamar sengaja ia buka agar embusan angin bersedia masuk, membuat peluh di dahi segera menyingkir agar konsentrasi belajarnya tak terganggu, tapi derit suara jendela yang bergerak oleh tiupan angin membuat Permata lantas menoleh ke sana, bergeming sejenak sebelum lanjutkan lagi urusan belajarnya. Ia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN