25.

1570 Kata

Aurora seperti pelangi, ia penuh warna. Sepertimu yang datang dengan beragam cerita untuk dunia, duniaku lebih tepatnya. *** Permata menutup pintu kamarnya dengan rapat lantas menyandarkan punggungnya di balik pintu sembari menyentuh bagian jantung yang tertutup oleh d**a, ia tahu bunyi di dalam sana seperti genderang perang, semua yang mengakibatkan berpacunya debaran jantung Permata jadi lebih cepat siapa lagi jika bukan Bangkit Gautama. Permata mulai menganggapnya aneh, sesaat setelah mobil yang Bangkit tumpangi melesat menjauh dari rumahnya, gadis itu lantas berlari masuk ke dalam rumah seperti orang yang baru saja melihat penampakan. Bukan lagi penampakan karena semua itu benar-benar adegan yang tak terlalu eksplisit, tapi cukup membuat Permata mulai berhalusinasi dengan sosok Bang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN