52.

1578 Kata

Jika kisah kita tertuang dalam kertas abu-abu, biar aku menuliskan lagi tanpa bait sembilu pun tanpa rasa semu, agar aku dan kamu tetap satu. *** Di sini mereka, duduk di bangku panjang taman rumah sakit meski pekat malam kian merangkak, tak peduli dengan suara troli yang terdengar bolak-balik juga kesan seram yang melekat pada tiap rumah sakit. Mereka memiliki alasan masing-masing untuk duduk bersebelahan meski sebuah pohon besar berdaun rimbun ada di depan mereka dengan jarak tak kurang dari satu setengah meter, penghuni rumah sakit tak ada yang sudi duduk tengah malam di depan pohon itu. Nyatanya, Tegar dan Mutiara ada di sana. Sekitar lima belas menit sudah kebisuan itu enggan lari seolah mempermainkan isi hati dan pikiran keduanya. Kedua tangan Tegar menyatu seraya meremasnya kuat-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN