53.

1279 Kata

Aku berusaha menjaga lilinku agar tetap hidup dalam dunia yang gelap ini, tapi kenapa angin membuatnya mati. Aku buta dan kehilangan arah, lantas baru sadar bahwa kamu sudah pergi. *** Permata mendengarkan dengan seksama setiap untaian kalimat yang terlontar dari bibir Tegar, laki-laki itu tengah menjelaskan secara rinci perihal kecelakaan yang menimpa Bangkit. Ia masih mengingat semua perkataan Gangga kemarin hingga alasan konyol itu sekalipun. Sejurus kemudian air mata Permata jatuh saat Tegar mengatakan bagaimana nekatnya Bangkit menantang maut hanya karena ingin ia kembali, dan kisah terus berlanjut hingga kesialan menimpa Bangkit—mengakibatkannya jatuh dari papan luncur dan kepalanya terbentur hingga akhirnya semua gelap. Permata bisa menyimpulakan sendiri, semua itu salahnya, ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN