Apa yang dilakukan oleh Clarissa, membuat Deff jadi tak bisa berhenti memikirkan tentang Bebe. Bayangan anak itu terus berputar yang di dalam pikirannya. Ia juga terus menatap foto Strawberry sejak kembali ke rumah.
Tidak bisa dielak lagi, kalau gadis kecil itu adalah putrinya. Wajah mereka berdua benar-benar mirip, Ia bahkan sengaja menyandingkan foto kecilnya dengan Bebe. Ada perasaan bersalah karena ia tak bisa melihat putrinya sampai saat ini berada di sekolah dasar.
Untuk menghilangkan kegalauan— ia memutuskan untuk menghubungi Kanaya, kekasihnya. Tak lama, sampai panggilan diterima oleh Kanaya.
"Ya sayang?" Sapaan terdengar dari balik telepon. Suara Kanaya masih sangat serak, sepertinya dia terbangun karena panggilan telepon dari Deff.
"Kamu masih tidur ya?"
"Hmm, aku kemarin habis ada fashion show. Terus hari ini niatnya siang aku ada kerjaan. Kayaknya aku nggak bisa datang ke Jakarta minggu depan deh."
"Kenapa?" tanya Deff. Jujur saja merasa kecewa, tapi dia bisa apa? Kanaya memang punya kesibukan yang sulit untuk ditinggalkan karena merupakan tanggung jawabnya.
"Ya, kamu tahu lah gimana kerjaan aku. Gimana kalau kamu aja yang datang ke sini? hmm? Aku juga kangen banget— sama kamu," rengek gadis itu.
"Aku coba tanya Pak Yogi dulu, apa aku bisa ngajuin libur. Kalaupun ke sana nggak mungkin lama juga paling dua atau tiga hari aku bisa stay."
"No problem baby, yang penting aku bisa ketemu kamu. Ya udah ya, aku mau istirahat dulu. Nggak apa-apa kan?"
"Oke. Enggak apa-apa."
"Bye baby. Love you"
"Okey, bye. Love you too."
Panggilan kemudian dimatikan. Deff kini merasakan kembali kehampaan yang tadi ia rasakan. Kemudian kembali menatap foto Strawberry.
"Hey Strawberry?" Pria itu tersenyum miris. Itu adalah naluri sebagai seorang ayah tak bisa ia bohongi. Rasa sayang yang membuat perasaannya menjadi hangat, tiba-tiba saja muncul begitu ia melihat putri kecilnya.
Rei mungkin saja memberi nama Strawberry karena dirinya yang sangat menyukai buah itu. Deff sangat suka segala macam makanan yang berbau Strawberry. Yang paling ia sukai adalah, milkshake strawberry buatan mantan istrinya. Sewaktu mereka bersama hampir setiap hari Rei membuatkan milkshake strawberry untuknya.
***
"Mas Tedi?"
Rei terkejut karena melihat Tedi yang kini berdiri di depan rumahnya seraya membawa makanan. Sarapan itu di beli Tedi di restoran cepat saji, saat ia dalam perjalanan ke rumah Rei. Dia tak mau kalah dari Yogi, maka membeli paket nasi ayam di restoran cepat saji yang berbeda dengan dibeli oleh Yogi. Tedi membeli di restoran yang memiliki jargon jagonya ayam.
Pria itu menunjukkan paper bag berisi makanan yang sudah ia beli, dengan senyum kotak khas yang memikat. "Aku sengaja beli ini buat kamu sama Bebe."
Rei berterima kasih dan merasa sangat tak enak Karena dia sudah memasak nasi goreng. Dia percaya kalau putrinya akan tetap menyantap ayam yang dibeli oleh Tedi. Karena strawberry itu sangat menyukai ayam mau digoreng atau dibakar.
"Makasih ya Mas, ayo masuk dulu, kebetulan aku tadi udah masak nasi goreng sih." Rei menerima pemberian dari Tedi, Dia kemudian melangkah menuju ruang tengah di mana Bebe sedang duduk menunggu sang ibu.
"Hei Bebe?" sapa Tedi, pria itu lalu duduk di sofa tepat di samping Strawberry. "Tedi bawa ayam goreng buat kamu. Mau nggak?"
"Ayam?" Bebe bertanya untuk meyakinkan. Dan mendapat jawaban berupa anggukan oleh Tedi, dia Lalu menatap kepada Rei. Sang Ibu memberikan paper bag yang berisi ayam goreng. "Wah! Mau!"
Antusiasme Strawberry membuat Tedi merasa senang. Ia benar-benar merasa puas dengan hasil yang didapat hari ini. Berharap dengan cara itu bisa merebut perhatian dari Bebe, putri semata wayang dari wanita yang ia sukai.
"Makasih ya Om."
Rei kemudian mengambilkan satu potong ayam goreng dan meletakkannya di atas piring, jangan lupa juga menuangkan saus tomat di samping ayam tersebut. Bebe menyantap ayam dengan sangat lahap.
"Mas mau sarapan juga? Kebetulan tadi aku habis masak nasi goreng. Masih ada di belakang, siapa tahu mau sarapan?" Rei menawarkan kepada Tedi.
Tedi menganggukan kepalanya, menurutnya akan menyenangkan jika makan bersama bertiga. "Boleh?"
"Boleh, tunggu sebentar ya." Rei kemudian segera berjalan menuju dapur untuk mengambil nasi goreng.
Tedi kini menatap ke arah Bebe, pria itu lalu mengusap rambut gadis kecil itu dengan lembut. "Bebe, tadi bangun tidur jam berapa?"
"Hmm, jam tujuh Om," jawabnya sambil sibuk menyantap sarapan.
"Tadi sebelum Om ke sini, Bebe lagi ngapain sama Mami?"
"Ngobrol Om. Bebe pingin jalan-jalan ke taman Safari kayak temen. Mami bilang Kalau gajian nanti mau ngajak ke sana." Bebe senang sekali membayangkan akan pergi bersama sang ibu.
"Bebe mau ke taman Safari? Memang di sana mai lihat apa?"
"Aku mau lihat rusa. Di sana ada dolphin nggak Om?"
"Hmm, Om juga kurang tahu sih. Udah lama banget nggak ke sana. Tapi, kalau kamu mau lihat ikan-ikan ada tempat lain, namanya seaworld. Di sana banyak ikan-ikan, ada juga akuarium yang gede banget." Tedi menjelaskan kepada Bebe. Pria itu menceritakan semua layaknya seorang ayah kepada putrinya.
Bebe anggukan kepalanya, dia menimbang ingin pergi ke mana. Karena jujur saja gadis kecil itu sangat tertarik dengan lumba- lumba. "Kayaknya bagus."
Tedi mengambil ponsel miliknya, kemudian ia menunjukkan seaworld kepada Bebe. "Ini, namanya seaworld. Bagus kan?"
Bebe menatap dengan tatapan kagum. "Wah, aku juga mau ke sini. Terima kasih ya Om, nanti aku Kalau Mami gajian minta ke sini aja. I love dolphin so much." Keceriaan terpancar dari setiap perkataan yang diutarakan oleh Strawberry.
"Lagi pada ngomongin apa sih serius banget?" Rei datang dari arah dapur, sambil membawakan nasi goreng untuk Tedi. Wanita itu kemudian segera memberikan piring berisi nasi goreng kepada Tedi.
"Terima kasih," ucap Tedi.
"Sama-sama Mas. Enggak tau sesuai sama selera kamu atau enggak." Rei kembali duduk di tempatnya tadi. dia kini mulai menyantap kembali nasi goreng miliknya.
Tedi menyantap nasi goreng di tangannya. "Tadi aku cerita sama kamu kalau mau ke taman Safari. Terus, aku tanya di sana ada lumba-lumba atau enggak. kata Om Tedi, lumba-lumba itu ada di seaworld. Mami, Kalau Mami gajian boleh kita kasih word aja? Bebe nggak usah ke taman Safari." Bebe kembali bertanya kepada sang ibu. Ia berubah pikiran setelah melihat foto-foto yang tadi ditunjukkan oleh Tedi.
"Gimana kalau kita ke seaworld hari ini?" tanya Tedi tiba-tiba.
Rei dan Bebe menatap ke arah pria itu bersamaan. Bebe pasti senang mendengar apa yang dikatakan oleh pria yang duduk di sampingnya. Namun Rei merasa kalau itu tidak perlu.
"Nggak usah Mas, nanti biarin aku jalan sama dia kalau aku udah gajian."
"Nggak apa-apa kok. Jujur, aku sama sekali nggak pernah jalan-jalan udah hampir 2 tahun ke belakang— karena sibuk ngurus perusahaan. Liburan kayak gini, aku kadang Masih ngurus bisnis, kadang ada beberapa pertemuan. Karena dengar kemauan Bebe, aku jadi mau ke seaworld juga. Itung-itung aku liburan setelah sekian lama." Tedi menceritakan alasannya kepada Rei. Tentu saja itu bukan hanya sekedar alasan karena memang hal itu yang ia rasakan selama ini.
Apalagi, bisa dikatakan bahwa perusahaan milik Tedi adalah perusahaan yang baru berkembang. Hal itu yang menyebabkan ia harus membangun relasi bisnis yang lebih luas lagi.
"Tapi nanti malah ngerepotin kamu Mas."
"Sama sekali nggak kok. Aku justru jadi ada alasan buat menghibur diri sendiri."
Apa yang dikatakan oleh Teddy membuat Rei merasa iba. Ia merasa Kalau pria itu benar-benar sibuk sehingga sama memiliki waktu untuk memanjakan diri sendiri.
"Bebe mau jalan-jalan sama Om? "Rei bertanya kepada putrinya.
Bebe anggukan kepala, tentu saja anak itu mau diajak berjalan-jalan ke seaworld. Apalagi tadi Tedi mengatakan kalau di sana akan ada lumba-lumba. "Mau mami."
Rei menatap ke arah Tedi untuk sesaat, pria itu menganggukkan kepalanya. Tedi setuju dan begitu senang ketika Strawberry mau diajak untuk berjalan-jalan.
"Ya udah kalau kayak gitu, nanti habis sarapan kita siap-siap ya."
"Yee!" Bebe bersorak. Dia senang sekali karena hari ini akan berjalan-jalan dan juga melihat lumba-lumba. "Terima kasih Om, terima kasih Mami." Si cantik kemudian mencium pipi sang Mami, dia juga memeluk Tedi karena merasa begitu senang.
Setelah selesai sarapan bersama, Rei dan juga Strawberry segera mengganti pakaian mereka bersiap-siap untuk berangkat ke seaworld hari ini. Strawberry menggunakan t-shirt berwarna putih, celana jeans, dan sepatu kets putih tak lupa Rei menguncir 2 rambutnya.
Rei juga menggunakan t-shirt oversize berwarna putih, celana jeans dan sepatu kets putih tatanannya mirip seperti putrinya. Ia menyamakan Tedi, yang hari ini mengenakan kemeja putih juga.
Tedi kini menunggu di ruang tamu titik sesekali ya menetap ke arah jam tangan. Hari masih belum terlalu siang. Jadi sepertinya dia bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama Rei dan putrinya.
Rei berjalan keluar bersama Strawberry, menghampiri Tedi yang kini tengah duduk. Pria itu tersenyum menatap wanita yang ia sukai terlihat lebih segar dengan tataran casual. Apalagi Rei sengaja membiarkan rambutnya tergerai terlihat jauh lebih manis.
"Udah siap?" tanya Tedi.
"Sudah!" Seru Bebe senang.
"Ayo jalan," ajak Tedi. Pria itu kemudian menggendong Bebe, lalu tangannya menggandeng tangan Rei mereka bertiga berjalan keluar rumah.
Begitu membuka pintu, Rei sedikit terkejut karena dia melihat mobil Yogi yang baru saja tiba. Tedi menghela nafas sedikit kasar, merasa kesal karena Yogi tiba-tiba saja datang seperti ini. Pria berkulit pucat itu kemudian berjalan keluar dari mobil. Dia menatap ketiganya dengan tatapan tak suka.
"Mau ke mana kalian?" tanyanya.