108 - Penantian

2153 Kata

2 tahun kemudian “Om! Aku kan bilangnya jangan makan rendang dulu,jangan bandel dong.” “Rendangnya menggiukan calon menantu,Saya makannya tidak banyak. Hanya setengah mangkuk saja kok,” Qeila mendengus pelan mendengarkan pembelaan Andatio,tak mau berdebat makin Panjang ia memilih meninggalkan Kawasan meja makan menuju kamarnya. Ia harus segera bersiap-siap untuk pergi memantau mall—mall yang dulunya Andatio serahkan atas Namanya. “Permisi Nona,” kaki Qeila berhenti melangkah,ia menoleh kebawah dimana ada pelayan yang buru-buru menghampirinya. “Tuan besar tadinya tidak ingin memakan rendangnya hanya saja kliennya yang membawakan kerumah ini,bahkan membukanya dimeja makan. Agak tidak sopan rasanya jika Tuan besar menolak memakan pemberian seseorang.” Kening Qeila mengerut,ia segera turu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN