Dengan masih menggunakan pakaian yang sama,keduanya terus berjalan beririnan di pinggir pantai. Bukannya terganggu dengan angina malam. Qeila malah terus berjalan menarik tangan Lexion yang sejak tadi meminta untuk pulang. “Qeila…” bujuknya sekali lagi tetapi tidak Qeila gubris sama sekali. Sepatunya ada ditangan Lexion,ia meminta Lexion untuk menentengnya karena Qeila ingin merasakan pasir pantai yang terasa nyaman saat kakinya menginjaknya. Ia melepaskan tangan Lexion dan mendekati bibir pantai. “Jangan terlalu dekat,penjaga pantai memperingati kita tadi,” larangnya,menarik Qeila untuk mundur beberapa langkah. “Aku bahkan belum menyentuh air pantai dan kamu sudah seperti seorang ibu yang melarang anaknya,” protesnya berusaha melepaskan genggaman Lexion tetapi tidak mau terlepas sama

