105 - Keterpaksaan

2111 Kata

Dengan senyum sumringah,Ameera menata makanan dimeja makan. Ditemani beberapa pelayan yang ada dirumah adiknya ini. Sesekali terhenti untuk mrlihat apakah tatanannya sudah baik atau tidak. “Kak Ameera mending mandi,serahin aja semuanya sama pelayan kan tinggal penataan aja.” Ameera menolehkan pandangannya pada seseorang yang baru saja datang,Syakira. “Kamu kenapa kesini? Bukannya masih capek? Aku sebentar lagi mandi kok jadi aman aja. Kamu mending ke kamar lagi,nanti aku panggil pas mereka semua sudah datang,” Syakira tidak membantah,ia segera berlalu dari dapur. Ia memang kecapean karena selalu ikut kemana Angga pergi tanpa istirahat sama sekali,makanya pagi tadi tumbang. Sedang Ameera baru saja tiba di bandung jam 10 pagi tadi setelah mengantar Berlianan kesekolah ia segera bergegas m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN