“Huaaa mama… Papa jahat!” Suara tangisan Afary di teras rumah membuat Qeila buru-buru meninggalkan Kawasan dapur,matanya membulat menatap Afary yang duduk melantai disana sedang Lexion terpaku,ada perempuan yang membelakangi Qeila,memeluk Lexion. “Mamaaa! Papa punya orang jelek.” Qeila dengan sigap menggendong putrinya masuk kedalam,tak memperdulikan teriakan suaminya yang baru sadar telah berpelukan dengan perempuan asing,mana pakaiannya sangat minim. Afary yang ada di gendongan Qeila masih terus menangis,ia memang sangat membenci setiap kali ada perempuan lain selain mamanya yang memeluk sang papa,bahkan keluarganya yang lain sekalipun tetap Afary tak suka. Menurutnya,yang boleh memeluk Papanya hanyalah Afary dan Mamanya,Qeila. “Papa jahat,Afary benci Papa.” Katanya dengan suara se
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


