Benfa menatap ponselnya dengan tatapan nanar,apa yang orang-orang papanya beritahukan pasti bukanlah sebuah kebenaran. Ya,Benfa tidak akan pernah percaya lagian mension Lexion tidak akan membiarkan tunangannya terluka. Dengan perasaan was-was ia meninggalkan ruangan Bian tanpa mengatakan apapun. Matanya mengerjap beberapa kali saat melihat Bian berjalan buru-buru keluar rumah,niatnya ingin mengikutinya tetapi terhenti karena panggilan pelayan untuk sarapan pagi. “Non,sarapan paginya sudah siap. Bukankah sejak tadi anda menginginkan sarapan pagi?” panggilnya,berdiri di belakang Benfa dengan kepala menunduk. “Apa Papa sarapan sebelum pergi tadi?” tanyanya tanpa membalikkan badannya sama sekali,matanya menatap mobil Bian yang meninggalkan rumah mereka. “Tidak Non,Tuan hanya berpesan agar

