Papa...

1834 Kata

"Intan!" Yovan bergegas masuk ke rumah mencari keberadaan adik laknatnya setelah ditinggal pergi oleh Kirana. Pelaku yang merasa bersalah cuma bisa nyengir dan menunjukan wajah penyesalan di atas sofa. Merasa tidak nyaman di sana, Intan ngacir ke belakang sofa untuk menghindari abangnya yang sedang naik darah. "Lihat kan, gara-gara kamu Kirana kembali marah!" "Maaf Bang aku khilaf," ngakunya. "Buat apa sih kamu kepoin semua yang ada di ponsel Abang, sampai beberin semuanya pada Kirana!" Intan merasa sedikit takut dengan emosi abangnya,"Sumpah, aku nggak ada maksud apa-apa, cuma terlampau kaget jadinya nggak bisa tutup mulut akunya Bang." Yovan semakin geram,"apa yang udah kamu katakan ke Kirana sampai dia ngamuk dan nggak mau ngomong sama Abang, apa?" "Nggak ngomong apa-apa." "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN