Kirana mendengar kekehan yang tertahan dari samping. Siapa lagi kalau bukan duo sahabat buriknya. Seneng bangat melihat dirinya kesusahan sendiri. Padahal Kirana mati-matian menyelamatkan pernikahan mereka. Ini nih yang namanya air s**u di balas air tuba. Kampret! "Coba aja dulu Kirana, Om rasa rencana Tante kamu bagus." Nafas Kirana semakin tercekat saat papa Intan ikut-ikutan mendukung rencana istrinya. "Bener kan Pa, Kirana itu cocok kalau di sandingkan sama anak teman Mama itu." "Iya, Ma. Pilihan Mama mana pernah salah." Rasanya Kirana ingin kabur dari keadaan ini. Kirana melirik kearah Yovan yang sudah menahan emosi sejak tadi. "Gimana kalau setelah ini kita ajak aja dia datang ke sini," lanjut Ayu dengan ide bahayanya."biar kamu bisa kenalan Ran, gimana?" "Enggak bole

