Rejeki di Siang Bolong

2062 Kata

Intan calling... Nama yang tertera di layar ponsel serta dengungan penuh tuntutan mengganggu waktu kerja Kirana yang tengah fokus pada layar laptop. Tumben si cerewet nelfon siang-siang. Dia segera meraih alat pipih itu dibawa hingga ke daun telinga. "Ya hal—" "Kiraaann!!!" Reflek Kirana menjauhkan ponsel. Suara menggelegar dari seberang membuat kupingnya terasa sakit. "Ya ampun, Intan! Habis ini aku bakal obati kupingku juga ke THT, ada apa sih teriak nggak jelas gitu?" "Mana bos kamu yang menyebalkan itu!" Kiran menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Heran kenapa teman satu-satunya yang dia punya doyan sekali marah-marah. "Lagi meeting kayaknya deh." "Apa!" Kirana menjauhkan lagi handphonenya. Astaga naga! Dia meringis memandang ponsel. "Kenapa kamu teriak-teriak mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN