Serangan Jantung yang Bertubi-tubi

2809 Kata

Di depan cermin Kirana meracau, tiba-tiba saja kepengen histeris. Namun, bibirnya masih saja tetap melengkung ke atas. Mungkin karena senang. Padahal sebelum itu hatinya masih terasa kacau sekali. Meski sekarang masih tetap merasa kacau sih. Kacau oleh ciuman panas Yovan yang membuat sekujur tubuhnya merinding. Kyaaaa! Kirana kembali teriak di depan cermin. Seraya mencak-mencak. Gemes dengan diri sendiri. "Kirana, Kamu nakal," tunjuknya ke diri sendiri yang terpantul di cermin. Lalu dia kembali cikikikan di sana. Meski dirinya nakal. Tapi Yovan lebih ganas lagi. Dan Kirana suka. Hihihi! Sebelum beranjak Kirana memandang dirinya yang terbalut baju tidur terusan berwarna pink se lutut. Bagian atas hanya memiliki dua tali. Dia sedikit menyesal memilihnya. Setelah mandi tadi K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN